Platform streaming Netflix menghadirkan film garapan sutradara Craig Zobel berjudul The Hunt yang dikenal mampu memicu adrenalin penontonnya. Seperti dikutip dari Suara, karya ini bukan sekadar tayangan horor atau slasher biasa, melainkan sebuah satire politik yang tajam dan provokatif.
Narasi film ini berfokus pada 12 orang asing yang diculik oleh kelompok elit untuk tujuan yang mengerikan. Mereka diburu layaknya binatang di sebuah lapangan terbuka hanya demi kesenangan para penculiknya.
Meskipun menonjolkan aksi thriller yang brutal, film ini membawa pesan mendalam mengenai polarisasi sosial dan teori konspirasi yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Kontroversi sempat mewarnai awal perilisannya, terutama di Amerika Serikat, karena muatan politik yang dibawanya.
Plot cerita dimulai melalui percakapan misterius dalam grup pesan singkat mengenai rencana perburuan besar di sebuah rumah mewah yang disebut Manor. Kelompok elit yang terlibat menyebut para target mereka sebagai kelompok deplorables atau individu yang dianggap tidak layak.
Ketegangan mulai terbangun sejak adegan di jet pribadi milik Athena Stone, seorang wanita berpengaruh. Kejadian brutal di atas pesawat tersebut menjadi pembuka yang efektif untuk membangun atmosfer mencekam bagi para penonton.
Kisah kemudian berlanjut saat 11 orang asing terbangun di sebuah lapangan terbuka dalam kondisi tangan terikat dan mulut tersumpal besi. Mereka tidak saling mengenal dan berasal dari latar belakang yang sangat beragam.
Konspirasi Manorgate dan Perlawanan Crystal
Di lokasi tersebut, para korban menemukan sebuah peti kayu besar yang berisi seekor babi serta berbagai jenis senjata tajam dan senjata api. Sebelum sempat memahami situasi, serangan granat dan tembakan sniper mulai menghujani mereka dari arah yang tidak terdeteksi.
Situasi perburuan ini semakin rumit dengan adanya keterkaitan teori konspirasi bernama Manorgate yang menyelimuti seluruh peristiwa penculikan. Para peserta dipaksa berlari demi menyelamatkan nyawa dari kejaran kelompok elit yang memandang mereka sebagai mangsa.
Namun, strategi para pemburu tersebut menemui hambatan besar ketika menghadapi salah satu target bernama Crystal. Wanita yang diperankan oleh Betty Gilpin ini memiliki latar belakang militer yang kuat.
Keadaan berubah total saat Crystal mulai memburu balik para elit tersebut untuk bertahan hidup. Bagi pecinta genre survival thriller di Indonesia, film ini menawarkan ketegangan yang konsisten sejak awal hingga akhir durasi.