New York Knicks sukses mencuri keunggulan markas lawan setelah menumbangkan tuan rumah San Antonio Spurs dengan skor 105-95 pada Game 1 Final NBA yang berlangsung Rabu malam waktu setempat di San Antonio.
Kemenangan di Frost Bank Center tersebut diraih lewat aksi bangkit dari ketertinggalan 14 poin pada kuarter ketiga sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Knicks di babak playoff menjadi 12 pertandingan.
Jalen Brunson menjadi bintang kemenangan New York Knicks dengan mencetak total 30 poin, termasuk donasi 13 angka yang krusial pada kuarter keempat meski sempat mengalami cedera lutut dan pergelangan kaki di babak pertama.
Keberhasilan mengunci kemenangan ini membawa Knicks berjarak tiga kemenangan lagi dari gelar juara NBA pertama mereka sejak tahun 1973.
"Honestly, I think it's our chemistry, just knowing we have each other's back," ujar Jalen Brunson, pemain New York Knicks kepada ABC setelah pertandingan berakhir.
Brunson menilai kebersamaan tim menjadi faktor pembeda utama meskipun ada beberapa hal teknis taktik yang masih perlu dievaluasi.
"There's a lot of things X's-and-O's-wise we could have done better, but I think, most importantly, our togetherness, resilience was the biggest difference," kata Jalen Brunson, Point Guard New York Knicks.
"Let's go, Knicks" seru para pendukung New York Knicks yang menggema dari tribun penonton di San Antonio setelah laga usai.
Pemain depan Karl-Anthony Towns turut membantu serangan Knicks dengan menyumbang 18 poin dan 12 rebound, didukung oleh OG Anunoby dengan 17 poin serta Landry Shamet yang mencetak 13 poin dari bangku cadangan.
Pertahanan ketat New York Knicks berhasil meredam agresivitas Spurs dan membatasi tim tuan rumah hingga menembak dengan akurasi rendah, yaitu hanya 36 persen dari lapangan dan 25,6 persen dari area tiga angka.
Bintang utama San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, memimpin timnya dengan mengemas 26 poin, 12 rebound, dan 3 blok, namun ia kesulitan menghadapi pengawalan ketat setelah melakukan enam kali turnover akibat kelelahan di menit-menit akhir.
Spurs sempat memimpin 55-48 di paruh pertama berkat tembakan tiga angka Julian Champagnie, sebelum Knicks membalas lewat laju poin 11-0 di fase akhir pertandingan untuk membalikkan keadaan saat tertinggal 94-95.
Dylan Harper menjadi satu-satunya pemain Spurs yang mencetak akurasi tembakan di atas 50 persen dengan torehan 16 poin, sementara Stephon Castle menambah 17 poin dan De'Aaron Fox tertahan di angka 7 poin.
Kedua tim dijadwalkan akan kembali bertanding pada laga Game 2 yang akan digelar pada Jumat malam waktu setempat di San Antonio.