Neymar Kembali ke Timnas Brasil Hadapi Tantangan Besar Jelang Piala Dunia 2026

Neymar Kembali ke Timnas Brasil Hadapi Tantangan Besar Jelang Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung terakhir bagi Neymar untuk menyudahi perjalanan panjang kariernya bersama tim nasional Brasil. Penyerang berusia 34 tahun tersebut kembali mendapatkan panggilan dari pelatih anyar, Carlo Ancelotti, setelah sempat absen selama hampir tiga tahun.

Seperti dilansir dari Lifestyle, kesempatan tampil sang pemain masih dibayangi oleh masalah kebugaran. Eks bintang Barcelona ini sempat melewatkan sesi latihan perdana tim karena harus menjalani pemeriksaan pada cedera betisnya.

Neymar terakhir kali berseragam Brasil pada tahun 2023 saat menderita cedera lutut parah dalam pertandingan kualifikasi melawan Uruguay. Sejak peristiwa tersebut, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Selecao ini menghabiskan waktu lebih dari 600 hari untuk memulihkan berbagai cedera.

Masalah fisik ini dialami Neymar saat berkarier di Arab Saudi hingga setelah dirinya memutuskan pulang ke klub masa kecilnya, Santos FC, tahun lalu. Kepindahannya ke Santos diharapkan mampu memulihkan performa, namun cedera baru dan dinamika di luar lapangan membuatnya kesulitan.

Sepanjang tahun ini, Neymar menorehkan statistik berupa enam gol dan empat assist dari 15 laga yang dijalani. Pemantauan ketat terus dilakukan karena ia belum pernah bermain lebih dari empat laga berturut-turut sejak operasi lutut lanjutan pada Februari lalu.

Keputusan Carlo Ancelotti memasukkan nama penyerang senior ini memicu diskusi hangat di kalangan publik Brasil. Pengumuman skuad yang berlangsung di Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro, pada 18 Mei lalu diwarnai ketegangan sebelum akhirnya memunculkan sorak sorai saat nama Neymar disebut.

Arsitek taktik asal Italia tersebut tampak memadukan aspek teknis dan ikatan emosional dalam tim. Carlo Ancelotti memilih memberikan kepercayaan besar kepada sosok yang telah menjadi simbol utama sepak bola Brasil selama lebih dari satu dekade terakhir.

Rekan-rekan satu tim memberikan dukungan terbuka atas kembalinya sang penyerang ke dalam skuad. Sebaliknya, opini suporter masih terbelah antara loyalitas terhadap idola dan kekhawatiran mengenai kemampuan fisiknya dalam meladeni intensitas sepak bola modern.

Rekam Jejak Cedera di Empat Piala Dunia

Turnamen Piala Dunia selalu menyisakan cerita emosional bagi perjalanan karier internasional Neymar. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, ia mengemas empat gol dari lima laga sebelum menderita cedera punggung serius akibat benturan dengan pemain Kolombia.

Cedera tersebut memaksanya absen di laga semifinal, yang berakhir dengan kekalahan telak Brasil 1-7 dari Jerman. Empat tahun berselang di Rusia, Neymar tampil dalam kondisi yang belum pulih total dari cedera kaki saat membela Paris Saint-Germain, hingga langkah Brasil terhenti di perempat final oleh Belgia.

Ekspektasi tinggi kembali mengiringi langkah Neymar pada Piala Dunia 2022 di Qatar setelah tampil tajam bersama PSG. Namun, gangguan pada pergelangan kaki saat melawan Serbia kembali mengusik performanya sebelum Brasil disingkirkan Kroasia lewat adu penalti di babak delapan besar.

Adaptasi Taktik Agresif Gaya Carlo Ancelotti

Neymar kini dihadapkan pada situasi yang berbeda karena tidak lagi berada di masa keemasan fisiknya. Faktor usia menuntut sang pemain untuk beradaptasi dengan sistem bermain Carlo Ancelotti yang menerapkan tekanan tinggi serta intensitas permainan yang besar.

Dalam wawancara pada awal Mei, Carlo Ancelotti menegaskan bahwa performa kolektif Brasil harus bertumpu pada pressing agresif dan kerja keras sepanjang laga. Skema taktis ini menjadi ujian tersendiri bagi Neymar yang sedang berjuang mengembalikan kepercayaan diri serta kebugarannya.

Kendati demikian, Carlo Ancelotti tetap optimistis pemain andalannya itu bakal siap tempur dalam pertandingan pembuka Brasil pada 13 Juni mendatang. Keberadaan Neymar, baik sebagai pilar utama di lapangan maupun figur berpengaruh di ruang ganti, memberikan atmosfer tersendiri bagi Selecao.

Kompetisi akbar ini menjadi momentum final bagi Neymar guna merealisasikan target utamanya yang belum terpenuhi. Ia berambisi membawa tim nasional Brasil menyudahi puasa gelar juara dunia yang telah berlangsung sejak tahun 2002 silam.

Artikel terkait

Rekomendasi