Penyerang bintang Santos, Neymar, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah terlibat insiden fisik dengan rekan setimnya yang berusia 18 tahun, Robinho Jr. Peristiwa penamparan tersebut terjadi dalam sesi latihan tim pada Minggu (3/5/2026) setelah keduanya terlibat perselisihan di lapangan.
Dilansir dari Detik Sport, keributan dipicu oleh aksi Robinho Jr yang melewati Neymar saat sesi latihan berlangsung. Pemain berusia 34 tahun itu dilaporkan tersinggung hingga terjadi aksi saling dorong sebelum akhirnya Neymar menampar putra dari mantan pemain Real Madrid, Robinho.
Pihak klub Santos merespons cepat kejadian ini dengan membuka investigasi internal secara resmi. Robinho Jr dikabarkan merasa sakit hati atas tindakan seniornya tersebut dan menuntut adanya pernyataan maaf kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Neymar memberikan penjelasan mengenai hilangnya kendali emosi yang ia alami saat insiden berlangsung. Mantan pemain Barcelona itu mengaku sudah meminta maaf secara langsung kepada Robinho Jr maupun keluarganya tak lama setelah kejadian.
"Jika mereka menginginkan permintaan maaf kepada pers, ini dia. Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya," kata Neymar kepada ESPN Brasil.
Penyerang veteran itu mengakui bahwa reaksinya terhadap situasi di lapangan sangat berlebihan. Ia menyadari bahwa sebagai pemain senior, seharusnya ia mampu menunjukkan perilaku yang lebih bijak dalam menghadapi perselisihan teknis saat berlatih.
"Saya bereaksi berlebihan, ya, dalam reaksi saya. Seharusnya bisa berbeda, tetapi saya akhirnya kehilangan kendali emosi. Semua orang membuat kesalahan; itu kesalahan saya, itu kesalahannya, saya membuat kesalahan yang lebih besar," dia menambahkan.
Neymar juga sempat memberikan keterangan tambahan melalui wawancara dengan media lain mengenai kondisi hubungannya dengan pemain muda tersebut. Ia menganggap persoalan tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam dunia sepak bola profesional.
"Me excedi, sim. Já tinha pedido desculpas, pensei que estava resolvido entre nós. Quem joga bola sabe que isso acontece, briga de soco, de tapa, de tudo. O tutebol é assim, faz parte," ujar Neymar.
Meskipun suasana sempat memanas, Neymar menyatakan bahwa upaya rekonsiliasi telah dilakukan di depan seluruh anggota tim. Ia menyayangkan adanya pihak luar yang mencoba memperkeruh situasi dengan interpretasi yang berbeda dari kenyataan di lapangan.
"Namun saya sudah meminta maaf, saya pikir masalahnya sudah terselesaikan di antara kami, setelah istirahat di ruang ganti. Kami bertemu lagi pada hari Senin, saya meminta maaf di depan seluruh tim, saya berbicara dengan semua orang, dia juga meminta maaf," ungkap Neymar.
Neymar menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menjaga kekompakan demi performa klub di kompetisi resmi. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri spekulasi negatif yang berkembang mengenai keharmonisan internal skuat Santos.
"Kami rasa masalahnya sudah terselesaikan. Namun terkadang orang mencoba ikut campur, mencoba tahu lebih dari apa yang terjadi sehari-hari, dan akhirnya menafsirkan hal-hal ini dengan cara yang sangat berbeda dari yang sebenarnya," ujarnya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Santos tetap menurunkan Neymar dalam pertandingan resmi klub. Pemain bernomor punggung 10 itu berhasil mencetak satu gol saat Santos bermain imbang 1-1 melawan Recoleta dalam laga CONMEBOL Sudamericana pada Rabu (6/5/2026).