Penyerang veteran Santos, Neymar, terlibat insiden fisik dengan rekan setimnya, Robson de Souza Jr, di pusat pelatihan Centro de Treinamento Rei Pele pada Minggu sebelum pertandingan Copa Sudamericana, Selasa (5/5/2026), dilansir dari Bola.
Perselisihan antara bintang Brasil tersebut dengan putra mantan pemain Robinho dipicu oleh tensi tinggi dalam sesi latihan rutin klub. Pihak manajemen Santos FC segera merespons kejadian tersebut dengan melakukan penyelidikan formal melalui departemen hukum klub.
"Santos FC menginformasikan bahwa berdasarkan keputusan kepresidenan, proses penyelidikan internal telah dimulai segera setelah kejadian untuk menganalisis insiden yang melibatkan atlet Neymar Jr dan Robson de Souza Jr selama latihan Minggu lalu di CT Rei Pele," tulis pernyataan resmi pihak Santos FC.
Klub menjelaskan bahwa langkah hukum diambil demi menjaga profesionalitas lingkungan tim. Penegasan tersebut tertuang dalam lanjutan keterangan tertulis manajemen yang memastikan keterlibatan divisi legal mereka.
"Departemen hukum klub bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan," lanjut pernyataan tersebut.
Neymar memberikan pernyataan terbuka setelah mencetak gol dalam laga imbang 1-1 kontra Deportivo Recoleta, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Ia mengakui adanya reaksi berlebihan saat latihan hari Minggu setelah Robinho Jr berhasil melewati penjagaannya di lapangan.
"Jika mereka (rombongan Robinho Jr) menginginkan permintaan maaf publik kepada pers, ini dia. Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya," jelas Neymar, penyerang Santos.
Pemain bernomor punggung 10 itu menambahkan bahwa suasana panas dalam tim merupakan hal yang manusiawi. Ia menegaskan masalah tersebut telah dibicarakan secara internal di hadapan seluruh anggota skuad pada hari berikutnya.
"Ya, saya kehilangan kendali. Setiap orang membuat kesalahan, itu kesalahan saya, kesalahannya, saya membuat kesalahan yang lebih besar. Tapi saya sudah meminta maaf, saya pikir masalah itu sudah terselesaikan di antara kami di ruang ganti," ujar Neymar.
Neymar mengungkapkan rasa herannya terhadap pihak-pihak luar yang memperkeruh suasana. Meskipun sempat terjadi gesekan, ia mengklaim hubungan personalnya dengan pemain muda berusia 18 tahun itu tetap baik.
"Kami bertemu lagi pada hari Senin, saya meminta maaf di depan seluruh grup, dia juga meminta maaf," kata Neymar.
Mantan pemain Barcelona itu berharap publik tidak terus membesar-besarkan insiden yang menurutnya lazim terjadi di dunia sepak bola profesional. Ia menganggap perselisihan tersebut sebagai dinamika antara pemain yang sudah sangat dekat.
"Kami pikir masalahnya sudah terselesaikan, tetapi terkadang orang mencoba ikut campur dan membesar-besarkan masalah," ujar Neymar.
Pernyataan tambahan diberikan Neymar mengenai kedekatannya dengan juniornya tersebut. Ia menyebutkan bahwa reaksi emosionalnya murni karena kesalahpahaman teknis saat latihan intensif.
"Ini seharusnya diselesaikan di antara kami, itu adalah kesalahpahaman dalam latihan, dan saya akhirnya bereaksi berlebihan," tegas Neymar.
Ia memastikan tidak ada dendam pribadi yang tersisa setelah pertemuan di ruang ganti. Neymar juga menekankan bahwa Robinho Jr merupakan sosok yang ia sayangi seperti keluarga sendiri.
"Tetapi segera setelah itu terjadi, permintaan maaf disampaikan, kami berbicara di ruang ganti, baik Robinho Jr. maupun saya. Dia adalah anak yang sangat saya sayangi," tutur Neymar.
Neymar mengibaratkan kejadian ini seperti pertengkaran biasa antar sahabat atau saudara. Menurutnya, tensi tinggi merupakan bagian dari semangat kompetisi dalam olahraga sepak bola.
"Hal ini terjadi dalam sepak bola, Anda bertengkar dengan saudara Anda, teman Anda, saya telah berdebat dengan beberapa teman saya di sepak bola," lanjut Neymar.
Di sisi lain, Robson de Souza Jr yang merupakan korban dalam insiden tersebut membenarkan adanya kontak fisik berupa tamparan. Pemain muda yang sudah tampil 22 kali untuk Santos ini memilih untuk menerima permintaan maaf sang senior.
"Itulah yang terjadi (ditampar di wajah), tetapi, seperti yang saya katakan, dia langsung meminta maaf," kata Robson de Souza Jr, pemain Santos.
Pemain muda tersebut memilih untuk fokus pada perkembangan kariernya dan prestasi klub di masa mendatang. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang konflik dengan sosok yang selama ini menjadi inspirasi besarnya.
"Dia menyadari bahwa dia telah bertindak terlalu jauh, meminta maaf beberapa kali, dan saya sudah mengatakan bahwa permintaan maafnya diterima," tutur Robson de Souza Jr.
Robinho Jr mengungkapkan kesedihannya karena insiden tersebut melibatkan idolanya sendiri. Ia menceritakan kenangan masa kecil yang menunjukkan betapa berartinya Neymar bagi perjalanan kariernya sejak dini.
"Sekarang saatnya untuk fokus pada hasil dan apa yang paling penting bagi Santos. Itu membuat saya sedih karena dia adalah idola saya sejak kecil," ujar Robson de Souza Jr.
Pemain berusia 18 tahun tersebut masih menyimpan kenang-kenangan pemberian Neymar sebagai bentuk penghormatan. Hubungan emosional inilah yang mendasari keputusannya untuk berdamai secara cepat.
"Dia adalah orang yang sangat saya kagumi, sejak saya masih kecil. Hadiah pertama yang dia berikan kepada saya adalah ketika saya berusia 8 tahun, dan saya menangis banyak; saya masih menyimpannya sampai hari ini," pungkas Robson de Souza Jr.