Penyerang Santos, Neymar, dilaporkan menghadapi tuntutan hukum dari pihak Robinho Jr setelah diduga melakukan kekerasan fisik saat sesi latihan klub di Pusat Pelatihan Rei Pelé pada Minggu, 4 Mei 2026. Perselisihan tersebut terjadi di tengah persiapan tim menjelang laga melawan Recoleta dalam ajang Conmebol Sul-Americana.
Perwakilan hukum Robinho Jr telah mengirimkan notifikasi ekstrayudisial kepada manajemen Santos untuk menindaklanjuti insiden yang melibatkan kapten tim tersebut. Berdasarkan laporan ge, pihak pemain muda itu menuding Neymar melakukan penghinaan, memberikan rasteira atau jegalan, serta melayangkan tamparan keras ke arah wajah.
Ketegangan antara kedua pemain ini memicu reaksi beragam dari para pendukung klub saat tim berada di Pedro Juan Caballero, Paraguay. Menurut jurnalis Lile Corrêa, sejumlah penggemar menyoraki Robinho Jr saat ia keluar dari hotel menuju bus tim, sementara Neymar mendapatkan sambutan meriah dari massa yang hadir.
Insiden bermula ketika Neymar merasa tersinggung setelah dilewati oleh Robinho Jr menggunakan teknik dribel dalam sesi latihan tersebut. Setelah kejadian itu, Neymar dikabarkan sempat meminta maaf kepada pemain berusia 18 tahun itu atas tindakan emosionalnya di lapangan.
Mantan pemain Cruzeiro, Dedé, turut memberikan komentar mengenai situasi panas ini melalui sebuah video yang diunggah di media sosial pribadinya. Ia membandingkan kejadian tersebut dengan tekanan yang sering terjadi dalam dunia sepak bola profesional.
"O futebol é muito estressante, o cara viaja e tal. E a maioria das vezes sobra do mais velho para o mais novo. Por quê? A hierarquia do futebol não aceita. No é que não aceita, eles não toleram, né? Que o mais novo seja abusado e isso acontece. É normal, gente. Agora aqui eu vou falar para vocês histórias que aconteceu comigo sobre conflitos no futebol" ujar Dedé, mantan pemain sepak bola.
Dedé kemudian menceritakan pengalamannya saat membela Cruzeiro pada tahun 2013 yang juga sempat diwarnai konflik internal antar pemain bintang. Ia menyebutkan bahwa situasi serupa hampir berujung pada perkelahian fisik namun berhasil diredam oleh pemain senior lainnya.
"Para você ter noção, o melhor time que eu joguei na minha na minha carreira foi o Cruzeiro de 2013. Tivemos uma confusão que vocês não têm noção. De 'pegapacapá', não chegou a encostar, mas quase encostou. Duas pessoas gigantes no futebol. Dentro dessa confusão, o Tinga chegou e falou assim: 'Galera, nós estamos prontos para ser campeões'" lanjut Dedé.
Ia merinci bahwa keributan tersebut bermula dari masalah jadwal penerbangan setelah pertandingan tandang melawan Grêmio. Meskipun melibatkan petinggi klub seperti Alexandre Mattos dan pelatih Marcelo Oliveira, masalah tersebut berhasil diselesaikan secara internal tanpa bocor ke media pada saat itu.
"Resumindo essa história, a gente jogou contra o Grêmio lá fora e a gente voltando, o nosso voo era 5 horas da tarde, pegamos um voo mais cedo. Eu estava envolvido e chegamos em BH. Tinha uma multa muito absurda para para nos dar, e o Tinga foi nos defender. Dentro dessa situação, dois companheiros se desentenderam porque foi mal falado sobre a viagem e os dois quase se pegaram" jelas Dedé.
Dalam pandangannya, perselisihan di ruang ganti adalah hal yang tidak ideal namun sering terjadi akibat kurangnya komunikasi antar generasi pemain saat ini. Ia menekankan pentingnya menjaga respek meski dalam suasana yang panas.
"Foi resolvido dentro do vestiário e acabou, não teve que sair. Lógico, não é maneiro. É uma falta de respeito você bater no seu companheiro, brigar e tal, não é legal. Eu, graças a Deus, nunca briguei com ninguém dentro do futebol. Mas já teve momentos calorosos comigo e com outros jogadores, e essa história do Cruzeiro que o Tinga falou, o Marcelo Oliveira ficou muito preocupado e a gente o acalmou. 'Marcelo, fica tranquilo, cara. Não vai nem sair daqui'. E nunca saiu" tambah Dedé.
Menutup pernyataannya, Dedé mengkritik perubahan budaya di ruang ganti pemain yang menurutnya kini lebih banyak didominasi oleh penggunaan gawai daripada interaksi langsung. Hal ini dianggap sebagai salah satu faktor yang memicu sensitivitas berlebih saat terjadi friksi di lapangan.
"Eu não sei como é que está hoje essa geração do futebol. Acabou a resenha, é só celular, é fone de ouvido, é por isso. Então, quando acontece, tem esse acontecimento dessa geração, a galera quer falar, isso aí para mim é mimimi, galera. E deu, desabafei" pungas Dedé.
Hingga saat ini, pihak perwakilan Robinho Jr mendesak manajemen Santos untuk melakukan investigasi menyeluruh, menyediakan rekaman CCTV saat latihan, serta mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan pemutusan kontrak pemain muda tersebut.