Gelandang OGC Nice Hicham Boudaoui mengalami cedera rahang serius saat menghadapi AS Saint-Etienne dalam pertandingan leg pertama playoff promosi-degradasi Ligue 1 di Stadion Geoffroy-Guichard pada Selasa, 26 Mei 2026 malam waktu setempat.
Pemain internasional Aljazair tersebut terpaksa ditarik keluar pada menit ke-10 setelah berbenturan keras dengan pemain Saint-Etienne Abdoulaye Kante saat laga baru berjalan empat menit. Pelatih Nice kemudian memasukkan Charles Vanhoutte untuk menggantikan posisi Boudaoui yang mengalami gejala pusing.
Pertandingan krusial yang disiarkan melalui beIN Sports 1 dan Ligue 1+ ini mempertemukan Saint-Etienne selaku peringkat ketiga Ligue 2 melawan Nice yang finis di posisi 16 Ligue 1. Dilansir dari RRI, Nice harus berjuang mempertahankan posisi mereka setelah sebelumnya kalah 1-3 dari RC Lens di final Coupe de France.
Sebelum laga dimulai, persiapan tim tamu sempat terganggu oleh krisis penjaga gawang menyusul absennya Maxime Dupe yang mendampingi istrinya melahirkan. Laporan pojokpapua.id menyebutkan bahwa pelatih Claude Puel menunjuk Yehvann Diouf sebagai starter untuk mengawal gawang.
Selain itu, manajemen Nice berhasil meloloskan argumen hukum dari celah regulasi FIFA terkait batas waktu pemanggilan pemain untuk Piala Dunia 2026, seperti dilaporkan pdiperjuanganbali.id. Penelitian regulasi selama 42 jam membuat pemain seperti Hicham Boudaoui, Ali Abdi, Kojo Oppong, Antoine Mendy, Yehvann Diouf, dan Elye Wahi dapat dimainkan.
Pihak Nice menilai aturan pemberitahuan 15 hari sebelum masa pelepasan tidak dipatuhi oleh beberapa asosiasi sepak bola negara asal pemain. Berdasarkan laporan Ici Azur, klub berjuluk Les Aiglons tersebut juga telah menerima surat resmi dari FIFA yang mendukung posisi hukum mereka.
Sebelumnya, manajemen Nice sempat melayangkan protes keras kepada LFP terkait penjadwalan playoff yang bertabrakan dengan kalender internasional FIFA karena dinilai merugikan tim.
"Une atteinte manifeste au principe fondamental d’équité sportive" cetus Maurice Cohen, Wakil Presiden Delegasi OGC Nice.
Surat protes tersebut dikirimkan langsung kepada Presiden LFP Vincent Labrune demi memperjuangkan nasib tim. Berdasarkan data vietnam.vn, Nice musim ini memiliki performa tandang yang kurang konsisten dengan catatan kebobolan 60 gol dari 34 pertandingan liga.
Di kubu tuan rumah, pelatih Philippe Montanier menerapkan formasi 4-3-3 dengan memasukkan pemain muda berusia 19 tahun, Luan Gadegbeku, di lini tengah. Saint-Etienne juga diperkuat oleh kembalinya Ben Old dan Florian Tardieu, meskipun Djylian N’Guessan dipastikan absen.
"Parameter fisik akan menjadi aspek penting menghadapi pertandingan besar ini. Secara teknis dan mental, pertandingan juga akan sangat menentukan," ujar Philippe Montanier, Pelatih Saint-Etienne.
Montanier menegaskan skuadnya siap tampil maksimal meski lawan memiliki materi pemain berpengalaman di kompetisi Eropa. Kesiapan mental juga menjadi sorotan utama lini pertahanan tuan rumah menjelang akhir musim.
"Kami membutuhkan energi besar dan tekad sepanjang pertandingan nanti. Semua pemain ingin memberikan performa terbaik pada laga terakhir musim," kata Julien Le Cardinal, Bek Saint-Etienne.
Setelah menyelesaikan pertandingan leg pertama di markas Les Verts ini, OGC Nice dijadwalkan akan berganti menjamu AS Saint-Etienne di Allianz Riviera pada laga leg kedua hari Jumat mendatang.