AS Saint-Étienne bersiap menjamu OGC Nice dalam laga leg pertama playoff promosi-degradasi Ligue 1 di Stadion Geoffroy-Guichard pada Selasa, 26 Mei 2026 malam waktu setempat. Pertandingan krusial ini dibayangi krisis pemain setelah FIFA menolak permohonan dispensasi pelepasan pemain internasional dari kedua klub.
Dilansir dari L'Equipe, penolakan otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut membuat 12 pemain dari kedua tim terancam absen karena regulasi FIFA mewajibkan pelepasan pemain ke tim nasional untuk Piala Dunia 2026 dimulai sejak 25 Mei 2026. Jadwal babak playoff terpaksa diundur akibat partisipasi OGC Nice di final Piala Prancis melawan Lens yang berakhir dengan kekalahan Nice 1-3 pada 22 Mei lalu.
Manajemen OGC Nice merespons keras situasi ini melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Presiden Ligue de Football Professionnel (LFP), Vincent Labrune. Wakil Presiden Delegasi Nice, Maurice Cohen, menilai pihak liga bertanggung jawab penuh atas benturan jadwal kompetisi domestik dengan kalender internasional FIFA.
"Une atteinte manifeste au principe fondamental d’équité sportive" kata Maurice Cohen, Wakil Presiden Delegasi OGC Nice dalam surat rekomendasinya kepada LFP.
Pihak Nice bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap LFP jika para pemain pilar mereka tidak bisa diturunkan dalam dua laga penentuan nasib tersebut. LFP dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kini berupaya melakukan negosiasi langsung dengan federasi sepak bola negara asing agar bersedia memberikan izin sementara kepada para pemain yang dipanggil.
Beberapa nama di kubu Nice yang terdampak antara lain Ali Abdi (Tunisia), Elye Wahi (Pantai Gading), Hicham Boudaoui (Aljazair), Moïse Bombito (Kanada), Mohamed Abdelmonem (Mesir), serta beberapa pemain yang masuk radar timnas Senegal dan Ghana. Di pihak Saint-Étienne, nama-nama seperti Ben Old (Selandia Baru), Augustine Boakye, dan Ebenezer Annan (Ghana) juga terancam harus segera meninggalkan klub.
Selain masalah pemanggilan timnas, Nice dipastikan tampil tanpa penyerang andalan Elye Wahi pada leg pertama akibat sanksi skorsing. Pelatih Claude Puel memutuskan untuk memasang Mohamed-Ali Cho sejak menit awal guna mengisi kekosongan di lini serang Les Aiglons.
Sementara itu, Saint-Étienne yang finis di peringkat ketiga Ligue 2 berambisi kembali ke kasta tertinggi setelah setahun terdegradasi. Anak asuh Philippe Montanier melaju ke fase ini setelah menang adu penalti dramatis melawan Rodez, dan mereka siap mengandalkan trio lini depan Irvin Cardona, Lucas Stassin, serta Zuriko Davitashvili.
Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung tanpa penonton di Stadion Allianz Riviera pada Jumat, 29 Mei 2026 mendatang.