OGC Nice Hadapi AS Saint Etienne Tanpa Penonton di Allianz Riviera

OGC Nice Hadapi AS Saint Etienne Tanpa Penonton di Allianz Riviera

OGC Nice menjamu AS Saint-Étienne dalam pertandingan leg kedua babak playoff degradasi Ligue 1 di Stadion Allianz Riviera pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 14.45 waktu setempat tanpa kehadiran penonton akibat sanksi disiplin.

Laga penentu ini digelar dengan status tanpa penonton setelah Komisi Banding Atas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengubah sanksi awal dari Komisi Disiplin Ligue de Football Professionnel (LFP). Keputusan tersebut menetapkan dua pertandingan kandang tertutup tanpa penonton dan pengurangan satu poin hukuman percobaan untuk musim 2026/2027 akibat insiden saat melawan FC Metz pada 17 Mei 2026.

Pihak manajemen OGC Nice menyatakan keberatan atas keputusan tersebut melalui rilis resmi di situs klub. Manajemen menilai sanksi bertanding tanpa penonton di laga krusial sangat merugikan tim yang sedang berjuang mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Prancis.

Klub kemudian memutuskan untuk membawa kasus ini ke Komite Olimpiade dan Olahraga Nasional Prancis (CNOSF) guna menempuh jalur konsiliasi. Jika langkah tersebut menemui jalan buntu, OGC Nice bersiap mengajukan gugatan ke Pengadilan Administratif demi membela hak-hak klub.

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang dengan skor 0-0 pada laga leg pertama yang berlangsung di Stadion Geoffroy Guichard. Mantan pemain sepak bola Prancis, Jean-Michel Larqué, memberikan kritik tajam terkait kualitas permainan kedua tim serta format babak playoff tersebut saat berbicara dalam program radio RMC.

"L’éthique n’est pas respectée. Les dés sont pipés." cetus Jean-Michel Larqué, Pengamat Sepak Bola.

Larqué menilai format dua leg dengan aturan saat ini terlalu menguntungkan tim-tim tertentu dan menambah panjang beban kompetisi. Ia juga mengkritik kualitas teknis para pemain di lapangan yang gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

"Il y en a certains qui ne savent pas taper dans un ballon." tambah Jean-Michel Larqué, Pengamat Sepak Bola.

Dalam pertandingan leg kedua ini, pelatih Nice, Claude Puel, menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan penjaga gawang Diouf serta barisan belakang yang dikawal oleh Clauss, Oppong, Bah, dan Mendy. Sektor tengah diisi oleh Coulibaly dan Sanson sebagai poros ganda, didukung oleh Cho, Louchet, dan Bard, sementara Wahi kembali dipercaya sebagai penyerang tunggal menggantikan Boudaoui yang absen karena protokol gegar otak.

Di kubu tim tamu, pelatih AS Saint-Étienne, Philippe Montanier, menggunakan formasi serupa 4-2-3-1 dengan susunan pemain yang sama seperti pada leg pertama. Penjaga gawang Larsonneur dikawal oleh kuartet lini pertahanan Pedro, Le Cardinal, Bernauer, dan Appiah, sementara lini tengah diisi Gadegbeku dan Kanté, disusul Cardona, Boakye, serta Davitashvili yang menyokong Stassin di ujung tombak.

Artikel terkait

Rekomendasi