Novak Djokovic Protes Juru Kamera di Prancis Terbuka 2026

Novak Djokovic Protes Juru Kamera di Prancis Terbuka 2026

Petenis tunggal putra Novak Djokovic melayangkan protes keras setelah merasa terganggu oleh tindakan kru kamera yang berada terlalu dekat di pinggir lapangan pada pertandingan babak ketiga turnamen Prancis Terbuka, Jumat, 29 Mei 2026.

Insiden tersebut terjadi di Lapangan Philippe Chatrier saat jeda antarpasang setelah mantan petenis nomor satu dunia itu mengamankan keunggulan di dua set awal dengan skor kembar 6-4, 6-4 melawan petenis Brasil, Joao Fonseca.

Kemarahan Djokovic tersulut ketika dirinya sedang memeriksa tas di pinggir lapangan untuk bersiap menghadapi set ketiga, sementara operator kamera berdiri hanya beberapa kaki di hadapannya.

"Please can you come more into my face? For God's sake, make some space." ujar Novak Djokovic, Petenis.

Asisten wasit yang bertugas segera merespons ketegangan itu dengan memberikan batasan jarak aman kepada kru penyiaran sebelum Djokovic meninggalkan area lapangan.

"I've just been spen..." ujar Novak Djokovic, Petenis.

Protes mengenai ruang pribadi ini bukan yang pertama bagi Djokovic, mengingat dirinya pernah menyuarakan keresahan serupa saat menanggapi rekaman petenis lain yang disiarkan di belakang layar pada Australia Terbuka lalu.

"It’s really sad that you can’t basically move away anywhere and hide and fume out your frustration, your anger in a way that won’t be captured by a camera. But we live in a society and in times where content is everything, so it’s a deeper discussion." ujar Novak Djokovic, Petenis.

Petenis berusia 39 tahun tersebut menambahkan bahwa tren penambahan kamera di area privat atlet merupakan hal yang tidak ia dukung secara personal.

"I guess it’s really hard for me to see the trend changing in the opposite direction, meaning we take out cameras. If you see, it’s only going to be as it is or even more cameras." ujar Novak Djokovic, Petenis.

Ia juga menyatakan kekhawatirannya mengenai hilangnya batasan privasi bagi para pemain profesional di tempat kerja mereka.

"I mean, I’m surprised that we have no cameras while we are taking a shower – that’s probably the next step. I’m against it. I think there should be ... a limit and kind of a borderline where, OK, this is our space." ujar Novak Djokovic, Petenis.

Sikap serupa terkait ruang personal di tepi lapangan juga pernah disuarakan oleh petenis Amerika Serikat, Danielle Collins, saat melakoni turnamen di Strasbourg musim lalu.

"I don’t know why that is even a topic of discussion," ujar Danielle Collins, Petenis.

Collins menegaskan bahwa kenyamanan di tempat kerja merupakan hak mendasar bagi setiap atlet.

"I was asking for personal space at my work place. It should be something that we can get to have during our work." ujar Danielle Collins, Petenis.

Terlepas dari insiden tersebut, peluang Djokovic untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 kini terbuka lebar menyusul tersingkirnya Jannik Sinner dan absennya Carlos Alcaraz.

Pada pertandingan lain di hari yang sama, sejumlah unggulan juga mencatatkan hasil positif, termasuk kemenangan Iga Swiatek atas Magda Linette dengan skor 6-4, 6-4, serta kemenangan Mirra Andreeva melawan Marie Bouzkova 6-4, 6-2.

Selain itu, petenis Andrey Rublev turut melaju ke babak 16 besar setelah menundukkan wakil Portugal Nuno Borges melalui tiga set ketat dengan skor 7-5, 7-6(2), dan 7-6(2).

Artikel terkait

Rekomendasi