Okto Maniani Desak Pemain Lokal Bersaing dengan Atlet Naturalisasi

Okto Maniani Desak Pemain Lokal Bersaing dengan Atlet Naturalisasi

Mantan pemain Timnas Indonesia Octavianus Maniani mengingatkan para pesepak bola lokal untuk meningkatkan etos kerja agar tidak kehilangan kesempatan membela skuad Garuda, Selasa. Seruan tersebut disampaikan Okto saat menghadiri promosi film dokumenter Timnas Indonesia di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Suara.

Kehadiran Okto Maniani dalam acara talkshow bertema No Dream is Too Far. No Wait is Too Long tersebut didampingi oleh penggawa Timnas Indonesia saat ini, Egy Maulana Vikri. Kegiatan ini menjadi bagian dari promosi film dokumenter bertajuk The Longest Wait produksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures yang mengulas perjalanan timnas menuju Piala Dunia 2026.

Persaingan di lini sepak bola modern dinilai semakin ketat seiring kedatangan para pemain naturalisasi yang berkarier di kompetisi Eropa. Okto menegaskan bahwa kelengahan sedikit saja dapat menutup peluang para pemain lokal untuk dipanggil ke tim nasional.

"Saya bilang, kita jangan santai untuk pemain lokal. Kalau kita santai, selesai. Kita yang nggak punya kesempatan untuk bisa bermain untuk timnas," kata Okto.

Menurut mantan penggawa skuad Garuda yang bersinar pada Piala AFF 2010 tersebut, industri sepak bola saat ini menuntut standar tinggi karena diisi oleh para pemain yang berkarier di Eropa. Kondisi tersebut menuntut respons cepat dari talenta lokal agar mampu bertahan di tengah ketatnya seleksi tim nasional.

"Karena apa? Sepak bola sekarang kan sudah industri dan semua pemain yang dinaturalisasi pemain-pemain yang dia memang bermain di Eropa. Kita kalau lengah sedikit, selesai untuk kita, kita nggak bisa dipanggil untuk ke timnas. Karena apa? Persaingan," tambah Okto.

Selain menghadiri dialog, mantan penyerang sayap ini juga terlibat langsung dalam memberikan pembekalan taktik. Okto membagikan pengalaman profesionalnya melalui sesi coaching clinic yang diikuti oleh 45 pemain muda dari kelompok usia di bawah 15 tahun (U-15) di Stadion ASIOP.

"Itu kenapa harus kerja keras dan memang dengan hati untuk bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat," kata Okto.

Melalui arahan tersebut, para pemain muda Indonesia diingatkan bahwa bakat saja tidak cukup untuk menembus level tertinggi. Dibutuhkan kombinasi antara disiplin, konsistensi, serta kerja keras nyata untuk mewujudkan impian mengenakan seragam Timnas Indonesia di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi