Grup band rock alternatif asal Jepang, ONE OK ROCK, sukses menggelar konser penutup rangkaian tur Asia mereka bertajuk ONE OK ROCK: DETOX Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Pertunjukan tersebut menjadi momen spesial karena Jakarta dipilih sebagai kota terakhir dalam perjalanan tur mereka tahun ini, sebagaimana dilansir dari Medcom.
Konser ini juga menjadi sarana promosi untuk album studio ke-11 mereka yang berjudul DETOX yang telah dirilis sejak Februari 2025 lalu.
Perilisan album tersebut sekaligus menandai momentum penting perayaan dua dekade karier musik ONE OK ROCK di industri musik global.
Berbeda dari karya sebelumnya, piringan hitam ini menampilkan eksplorasi baru yang memadukan unsur alternative rock, pop punk, dan musik elektronik.
Dalam penggarapannya, Taka, Toru, Ryota, dan Tomoya bekerja sama dengan label Fueled By Ramen serta menggandeng produser dunia seperti Rob Cavallo, Dan Lancaster, dan Pete Nappi.
Di tengah pertunjukan, sang vokalis membagikan cerita mengenai latar belakang pembuatan lagu-lagu baru mereka yang didasari oleh keprihatinan terhadap situasi global saat ini.
"Beberapa tahun terakhir kami memang merasa kembali ke akar musik kami, kembali ke nuansa rock and roll yang lebih kuat. Tapi album kali ini terasa jauh lebih spesial. Karena sekitar empat tahun lalu, saya mulai sadar kalau dunia ini sedang menuju kekacauan besar. Saya benar-benar merasakannya," ungkap Taka, Vokalis ONE OK ROCK.
Ia memaparkan bahwa karya terbaru mereka lahir murni dari kepedulian terhadap sesama manusia dan bukan karena motif politik tertentu.
"Sebagai musisi, sebagai band rock, and juga sebagai orang Jepang, saya merasa kami harus menyampaikan sesuatu kepada dunia. Bukan berarti kami sedang membawa agenda politik atau semacamnya. Kami bukan pemerintah. Kami cuma band rock and roll. Kami hanyalah musisi," kata Taka, Vokalis ONE OK ROCK.
Pria tersebut juga memberikan pandangannya mengenai sikap sebagian besar musisi di negara asalnya yang cenderung menghindari pembahasan isu-isu sosial.
"Saya pribadi tidak peduli soal kubu kiri atau kanan. Karena kalau salah satu sisi hilang, keseimbangan itu juga akan runtuh. Pada akhirnya, manusia seharusnya saling membantu satu sama lain. Banyak artis Jepang memilih untuk tidak menyentuh isu-isu seperti itu karena takut diserang atau dikritik, tapi saya tidak peduli. Kalau ada yang mau menyerang kami karena hal itu, silakan saja. Ya, mungkin itu sedikit bercanda, tapi serius, saya mencurahkan begitu banyak energi dan emosi untuk album ini," tutur Taka, Vokalis ONE OK ROCK.
Melalui karya ini, ia berharap musik yang mereka bawakan bisa menjadi tempat bernaung yang aman bagi para penggemar yang menghadapi masa-masa sulit.
"Tapi kalau kalian bangun pagi dan merasa hidup sedang berat, merasa lelah, merasa tidak baik-baik saja, itu bukan sesuatu yang harus dianggap normal. Mungkin musik bisa sedikit membantu kalian. Tapi dunia sekarang memang sedang benar-benar kacau. Karena itulah saya membuat album ini," ujar Taka, Vokalis ONE OK ROCK.
Musisi tersebut menyatakan rasa hormatnya yang mendalam kepada seluruh pendengar tanpa memandang latar belakang mereka.
"Saya berharap pesan di album ini bisa sampai ke kalian semua. Dan saya juga sangat menghormati siapa pun kalian, apa pun gender dan pandangan kalian," kata Taka, Vokalis ONE OK ROCK.