Layanan streaming Prime Video menyediakan opsi menonton dalam format warna maupun hitam putih untuk serial live-action terbaru berjudul Spider-Noir yang dirilis pada Rabu, 27 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap gaya film noir klasik Hollywood era 1940-an dan 1950-an.
Serial yang diadaptasi dari komik Marvel Spider-Man Noir ini mengisahkan Ben Reilly, seorang detektif swasta di New York tahun 1930-an yang diperankan oleh Nicolas Cage. Karakter tersebut merupakan mantan penjaga keamanan bernama The Spider yang sedang menghadapi trauma masa lalu di tengah kondisi kota yang kelam.
Aktris Karen Rodriguez yang memerankan karakter sekretaris setia bernama Janet menilai bahwa visual monokrom memberikan dampak besar bagi atmosfer cerita. Menurutnya, format tersebut mempertegas kontras moral dalam narasi drama detektif ini.
"We're playing with good and bad, heroes and villains. So who's in the shadows, who's in the light?" ujar Karen Rodriguez kepada BBC Newsbeat.
Ia menambahkan bahwa dunia dalam serial ini dirancang untuk memicu rasa ingin tahu penonton melalui elemen misteri yang kuat.
"This kind of world that feels dark and anybody could walk in at any point. And there's a mystery to that, there's danger to it," kata Karen Rodriguez.
Aktor Lamorne Morris yang memerankan jurnalis Robbie Robertson menjelaskan bahwa proses produksi untuk tayangan hitam putih memberikan pengalaman yang luar biasa. Meski metode akting tidak berubah, detail visual di lokasi syuting membutuhkan perhatian ekstra dari kru produksi.
"Our performance doesn't necessarily change much," tutur Lamorne Morris kepada Newsbeat.
Ia mencontohkan bagaimana elemen kecil seperti saputangan saku pakaian harus disesuaikan agar terlihat lebih mencolok saat dikonversi ke format monokrom.
"There are moments when you're doing a scene and they might stop because your pocket square looks a lot better in black and white," kata Lamorne Morris.
Penggunaan format lawas ini juga diharapkan dapat menjembatani penonton generasi muda dengan sinema klasik dunia, sebuah harapan yang juga sempat diutarakan oleh Nicolas Cage sebelum serial ini tayang.
"That's the plan. When you have one arm stretched into this world of the comic book franchise that is so loved." ucap Lamorne Morris.
Ia meyakini perpaduan waralaba komik populer dengan estetika klasik dapat memicu minat penonton muda untuk menjelajahi sejarah perfilman masa lalu.
"And you put that in black and white, hopefully the younger folks, can really find a love for the old films, and go back and take a deep dive themselves." kata Lamorne Morris.
Ia menegaskan bahwa edukasi visual tersebut merupakan salah satu misi utama dari penerapan opsi sinematografi unik ini.
"So that's part of the goal here," ujar Lamorne Morris.
Tanggapan positif datang dari mahasiswa film berusia 22 tahun asal Skotlandia, Alice Garland, yang menyukai estetika noir. Ia berpendapat bahwa cuplikan Spider-Noir berhasil menghindari kesan dibuat-buat yang sering muncul pada karya hitam putih modern.
"pretentious and tacky" cetus Alice Garland mengenai penilaian umum terhadap beberapa proyek film hitam putih lainnya.
Ia melihat serial ini secara terbuka memosisikan diri sebagai bentuk penghormatan yang tulus terhadap genre film noir, sehingga memberikan nuansa fatalisme yang kuat.
"I think it will definitely be a really fun difference [with the colour]," tutur Alice Garland kepada Newsbeat.
Diferensiasi serial ini juga menyentuh aspek penulisan naskah yang dinilai lebih matang. Pemeran karakter penyanyi Cat Hardy, Li Jun Li, menyatakan bahwa pendekatan cerita dilakukan dengan cara yang sepenuhnya baru.
"It's sort of like Spider-Man for adults in a sense," kata Li Jun Li.
Ia menjelaskan bahwa kompleksitas karakter menjadi fokus utama, di mana penonton tidak hanya disajikan karakter penjahat murni melainkan karakter abu-abu dengan latar belakang rumit.
"We are seeing a side of the story where they're not all just villains." ujar Li Jun Li.
Narasi penjahat dan pahlawan dalam serial ini dikembangkan agar memiliki dimensi psikologis yang lebih mendalam bagi penonton dewasa.
"They are nuanced characters with much more complex backstories and anti-heroes that we are seeing for the first time," tambah Li Jun Li.
Aktor Abraham Popoola yang memainkan tokoh antagonis Tombstone menyetujui pandangan tersebut dan merasa format visual pilihan ini memberikan bobot tersendiri pada atmosfer berkisah.
"A sort of more dramatic, serious energy." kata Abraham Popoola.
Sebagai penggemar komik, ia merasa adaptasi versi dewasa yang membumi ini memberikan kesegaran tersendiri dibandingkan kisah orisinal Spider-Man yang biasanya fokus pada masa remaja.
"As a fan of the comic books, you're so used to the character being a kid who's trying to find his way." tutur Abraham Popoola.
Ia melihat transformasi karakter menjadi sosok yang lebih tua dan matang sebagai sebuah penghormatan yang menarik bagi sejarah sinema.
"To find a grounded, older version... an homage to all the noir movies of the past, it feels super exciting," ujar Abraham Popoola.
Meskipun mendapat pujian dari media seperti Empire dan Screen Rant, opsi dua format ini tidak luput dari kritik. Dilansir dari The Hollywood Reporter, penyediaan dua opsi sinematografi dinilai mengganggu karena optimasi yang dipaksakan untuk dua format sekaligus berisiko membuat hasilnya tidak maksimal untuk format mana pun. Seluruh delapan episode serial Spider-Noir kini sudah dapat diakses oleh pelanggan Prime Video.