Persaingan ketat bakal tersaji di Piala Dunia 2026 yang mempertemukan 48 negara dalam 12 grup berbeda untuk memperebutkan tiket ke babak gugur. Berdasarkan analisis kekuatan tim, terdapat satu grup yang dinilai memiliki persaingan paling berat dan layak menyandang status sebagai grup neraka.
Predikat kelompok paling sulit ini muncul berdasarkan data Opta Power Rankings yang mengukur kekuatan tim nasional menggunakan skala rating 0 hingga 100. Seperti dilansir dari Detik Sport, sistem pemeringkatan tersebut menempatkan Grup I sebagai grup dengan tantangan terbesar bagi para pesertanya.
Grup I diisi oleh kekuatan lintas benua yang meliputi Prancis, Senegal, Norwegia, dan Irak. Kalkulasi dari Opta menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan empat tim di dalam kelompok ini menyentuh angka 81,8, yang menjadi catatan tertinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Tim nasional Prancis menempati posisi unggulan utama di kelompok ini. Skuad Les Bleus saat ini menduduki peringkat kedua dunia dalam sistem Opta lewat perolehan rating sebesar 98,6, tepat di bawah Spanyol yang berada di posisi puncak dengan nilai sempurna 100.
Kendati demikian, Prancis tidak akan melenggang dengan mudah karena Senegal dan Norwegia juga memiliki rekam jejak yang solid. Senegal berada di peringkat ke-21 dunia, sedangkan Norwegia menempati posisi ke-25, menjadikan Grup I sebagai satu-satunya kelompok yang dihuni tiga tim dari posisi 25 besar dunia.
Irak juga tidak boleh dipandang sebelah mata karena berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar. Wakil Asia ini memperlihatkan lonjakan performa yang meyakinkan, termasuk saat menahan imbang Spanyol dengan skor 1-1 dalam pertandingan uji coba sebelum turnamen dimulai.
Peta Kekuatan Grup K dan Kedalaman Grup D
Persaingan sengit lain diprediksi terjadi di Grup K yang mengantongi rata-rata rating kekuatan sebesar 81,0. Kelompok ini menjadi satu-satunya grup yang mempertemukan dua tim penghuni peringkat 10 besar dunia versi Opta, yaitu Kolombia dan Portugal.
Kehadiran dua kekuatan besar tersebut membuat konstelasi di Grup K menjadi salah satu yang paling sulit ditebak. Sementara itu, perhatian tersendiri juga mengarah pada Grup D yang mempertemukan Amerika Serikat, Turki, Australia, dan Paraguay.
Grup D dianggap sebagai kelompok dengan kekuatan yang paling merata di antara para peserta. Hal ini terjadi karena seluruh tim di kelompok tersebut berada di dalam jajaran 50 besar ranking Opta, sehingga peluang untuk lolos ke fase berikutnya terbagi sama rata.
Tuan Rumah Kanada Berada di Kelompok Paling Ringan
Kondisi kontras terlihat di Grup B yang ditempatkan sebagai kelompok paling mudah pada turnamen kali ini. Rata-rata kekuatan tim di dalam grup ini hanya mencapai angka 70,9, yang merupakan nilai terendah di antara seluruh grup.
Status Kanada sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil undian ini. Kanada otomatis masuk ke dalam Pot 1 saat pengundian grup dilakukan, meskipun secara peringkat Opta mereka berada di posisi ke-37 dunia.