Pelatih kepala East Bengal FC Oscar Bruzon membidik trofi kasta tertinggi sepak bola India menjelang pertandingan krusial melawan Inter Kashi pada Kamis, 21 Mei 2026. Laga pemungkas Indian Super League (ISL) musim ini menjadi penentu akhir penantian gelar juara liga domestik selama 22 tahun bagi klub berjuluk Red-and-Gold Brigade.
Klub asal Kolkata tersebut saat ini memimpin klasemen sementara berkat keunggulan produktivitas gol atas rival sekota mereka, Mohun Bagan Super Giant. Persaingan sengit ini terjadi dalam format kompetisi tanpa babak playoff yang akan menggelar seluruh laga pekan terakhir secara serentak pada pukul 19.30 waktu setempat.
East Bengal FC dan Mohun Bagan mengoleksi jumlah poin yang sama setelah keduanya bermain imbang 1-1 pada laga sebelumnya. Namun, skuad asuhan Oscar Bruzon lebih produktif dengan torehan 28 gol, berbanding 21 gol yang dimiliki oleh sang rival utama.
Apabila berhasil memenangkan pertandingan penutup tersebut, Red-and-Gold Brigade akan langsung mengamankan trofi liga pertama mereka sejak National Football League musim 2003-2004. Selain gelar juara, kemenangan di laga pamungkas ini juga menjanjikan hadiah utama sebesar Rp2,4 miliar atau setara dengan 1,25 crore rupee.
Juru taktik asal Spanyol berusia 48 tahun itu menyatakan kepercayaan dirinya karena berpeluang melahirkan gelar juara liga ketiga sepanjang karier kepelatihannya di tiga negara yang berbeda. Ia juga menegaskan bahwa anak asuhnya telah berhasil memangkas jarak kemampuan dengan klub-klub papan atas lain sepanjang musim ini.
"I will sleep beautifully. I have a dream so I will need to." ujar Oscar Bruzon, Pelatih Kepala East Bengal FC.
Mantan pelatih di beberapa klub Asia tersebut merasa optimistis menyongsong laga penentuan ini. Gelar juara ISL akan menjadi pembuktian dari konsistensi performa anak asuhnya sepanjang tahun.
"Tomorrow, we have the chance to end a beautiful year." kata Oscar Bruzon, Pelatih Kepala East Bengal FC.
Di kubu lawan, Mohun Bagan Super Giant yang diarsiteki oleh Sergio Lobera tetap mengusung optimisme tinggi untuk mempertahankan mahkota juara. Skenario tersebut dapat terwujud apabila East Bengal FC tergelincir atau gagal meraih poin penuh di hari terakhir kompetisi.
"There’s one more game. Anything can happen. We will leave everything on the pitch," kata Dimitrios Petratos, Striker Mohun Bagan Super Giant.
Peta persaingan ketat di papan atas kasta tertinggi India ini tidak hanya melibatkan dua tim asal Kolkata tersebut. Punjab FC dan Mumbai City FC juga terus mengintai di peringkat berikutnya dengan peluang untuk finis di angka maksimal 25 poin.