Kondisi internal timnas Prancis dikabarkan memanas menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Ousmane Dembele dilaporkan telah meminta kapten tim, Kylian Mbappe, untuk meningkatkan kontribusinya dalam membantu pertahanan Les Bleus.
Kabar yang dilansir dari Suara tersebut berembus setelah Prancis memetik kemenangan 3-1 atas Irlandia Utara. Pada pertandingan itu, performa Mbappe dinilai kurang optimal, sementara Michael Olise justru tampil gemilang dengan mencetak hattrick.
Berdasarkan laporan dari media Prancis, L'Equipe, Dembele mengutarakan permintaannya tersebut secara langsung di dalam ruang ganti pemain. Penggawa PSG itu menganggap keterlibatan Mbappe dalam melakukan pressing dan bertahan sangat vital.
Langkah defensif dari sang kapten dinilai menjadi faktor krusial untuk memperbesar peluang timnas Prancis dalam merebut trofi juara dunia yang ketiga. Desakan ini serupa dengan metode yang pernah diterapkan oleh mantan pelatih PSG, Luis Enrique.
Luis Enrique sebelumnya juga sempat menantang Mbappe untuk lebih aktif membantu lini belakang tim. Percakapan mengenai komitmen defensif tersebut bahkan sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
"Seorang pemimpin bukan hanya soal mencetak gol, tapi juga memberi contoh dalam bertahan," kata Enrique beberapa waktu lalu.
Dalam dialog tersebut, Enrique mengibaratkan etos kerja yang harus dimiliki Mbappe seperti legenda bola basket dunia, Michael Jordan. Enrique berpandangan bahwa seorang pemain bintang dituntut untuk mau berjuang pada seluruh aspek permainan demi kemenangan tim.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Mbappe mengenai rumor pembicaraan di ruang ganti tersebut. Namun, situasi ini memperpanjang deretan sorotan terkait kesiapan taktis maupun mental armada Prancis sebelum turnamen dimulai.
Sebelum isu taktis ini merebak, skuad timnas Prancis juga telah diterpa permasalahan internal lainnya. Perselisihan terjadi antara para pemain dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait dengan fasilitas tiket pertandingan untuk keluarga.
Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Clairefontaine, Presiden FFF Philippe Diallo mengajukan usulan jatah tiket untuk setiap pemain. FFF menawarkan fasilitas berupa dua tiket gratis ditambah enam tiket berbayar bagi keluarga pemain.
Kebijakan yang diusulkan oleh Philippe Diallo tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh seluruh anggota skuad timnas Prancis. Selain perkara tiket, ket ketegangan internal di dalam tim juga dipicu oleh masalah finansial.
Proses negosiasi mengenai nominal bonus turnamen antara pihak pemain dan pihak federasi masih belum menemui titik temu. Hubungan kedua belah pihak memanas lantaran adanya rencana pengurangan nilai bonus.
Agenda pemangkasan nilai bonus turnamen tersebut sebelumnya sudah diajukan oleh pihak federasi kepada para pemain sejak Maret lalu. Hingga saat ini, proses perundingan terkait hak finansial pemain tersebut masih berada dalam posisi jalan buntu.