Pafos FC Juarai Piala Siprus Setelah Kalahkan Apollon Limassol 2-0

Pafos FC Juarai Piala Siprus Setelah Kalahkan Apollon Limassol 2-0

Klub Pafos FC sukses merengkuh gelar juara Piala Coca-Cola Siprus setelah mengalahkan Apollon Limassol dengan skor akhir 2-0 di Stadion GSP, Nicosia, pada Jumat malam waktu setempat.

Keberhasilan mengunci gelar juara piala domestik ini sempat diwarnai aksi pelemparan berbagai objek oleh suporter Apollon Limassol ke arah penjaga gawang Pafos FC, Jay Gorter, sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Pertandingan penentu ini berjalan sengit tanpa gol hingga menjelang akhir babak kedua, meskipun Apollon Limassol sempat mendapat peluang emas lewat tendangan Angelo Rodriguez yang diblok Jay Gorter pada menit ke-18.

Kebuntuan bagi Pafos FC akhirnya pecah pada menit ke-85 melalui gol Jaja yang memanfaatkan operan Bruno Felipe, sebelum manajer Pafos FC, Ricardo Sa Pinto, diusir dari area pinggir lapangan akibat menerima kartu merah langsung dari wasit pada menit ke-87.

Kemenangan klub tersebut kemudian dipastikan pada menit ke-92 melalui skema serangan balik cepat yang dipimpin oleh Jaja dan dituntaskan menjadi gol kedua oleh Pepe di dalam kotak penalti lawan.

Hasil positif ini menambah jajaran trofi domestik baru bagi Pafos FC setelah pada musim sebelumnya juga berhasil mengawinkan gelar juara Divisi Pertama Siprus dan piala domestik, sebagaimana dilansir dari pojokpapua.id.

Selain prestasi domestik, uefa.com melaporkan bahwa Pafos FC mencatat sejarah impresif dalam debutnya di fase liga format baru Liga Champions UEFA musim 2025/2026 dengan mengalahkan Villarreal dan Slavia Praha hingga finis di peringkat ke-26 dari 36 tim.

Format baru yang menjamin hadiah finansial besar bagi tim debutan ini turut memberikan dampak emosional yang signifikan bagi para suporter klub kecil di kompetisi tertinggi Eropa.

"I’ve been a Kairat fan since I was born," ujar Denis, seorang suporter Kairat Almaty.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya dampak format baru bagi para pendukung tim debutan, termasuk suporter Bodø/Glimt saat tim asal Norwegia itu menumbangkan Manchester City dengan skor 3-1 di Stadion Aspmyra.

"There are always opportunities in football, even if you come from a small town like Bodø," kata pelatih Kairat Knutsen terkait kemenangan bersejarah tersebut.

Bodø/Glimt bahkan melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Atlético de Madrid di Spanyol dan menundukkan Inter Milan dengan agregat 5-2 sebelum dihentikan Sporting CP di babak 16 besar.

"I’m almost lost for words," cetus penyerang Jens Petter Hauge setelah kemenangan leg kedua Bodø/Glimt di Stadion San Siro.

Di sisi lain, performa kompetitif juga ditunjukkan oleh Pafos FC yang mengumpulkan sembilan poin di klasemen akhir fase liga, membuat arsitek tim merasa bangga meski gagal melaju ke babak berikutnya.

"Everyone at this club needs to be congratulated because what this team has achieved is amazing," puji Albert Celades selaku pelatih Pafos FC setelah pertandingan kedelapan.

Posisi akhir Pafos FC berada tepat di atas klub debutan asal Belgia, Union Saint-Gilloise, yang memiliki jumlah poin sama di klasemen fase liga.

"Tonight we feel sad because we were close to qualifying, but it is also a night to be proud. To get nine points in this competition for a team like Pafos is no small feat," sambung Albert Celades mengevaluasi hasil akhir timnya.

Sementara itu, Union Saint-Gilloise juga mengukir sejarah tersendiri setelah kembali ke kasta tertinggi Belgia dan sukses mengalahkan tim-tim pemilik trofi Eropa seperti PSV Eindhoven, Galatasaray, dan Atalanta.

"When I started supporting USG, we were still in the second division, so it’s pretty unbelievable that we were even in a position where qualifying was possible," tutur Miro, seorang suporter yang menghadiri seluruh delapan pertandingan fase liga Union Saint-Gilloise.

Miro mengenang pengalamannya saat berusia 12 tahun menonton pertandingan Liga Champions di Slovakia dan mengagumi lagu hymne kompetisi tersebut hingga bisa mengawal timnya 15 tahun kemudian.

"It’s amazing that I’m now following the team I support 15 years later in the Champions League. It’s just incredible," pungkas Miro bangga.

Catatan sejarah lain juga ditorehkan oleh klub asal Kazakhstan, Kairat Almaty, yang meraih poin pertama mereka di Liga Champions setelah bermain imbang melawan sesama tim debutan, Pafos FC.

"part of the" ungkap gelandang Giorgi Zaria yang menyebut momen perolehan poin tersebut akan selamanya diingat oleh klub.

Artikel terkait

Rekomendasi