Klub raksasa Brasil Palmeiras secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari Liga Sepak Bola Brasil (Libra) pada Selasa, 5 Mei 2026, menyusul ketegangan mengenai distribusi hak siar televisi. Keputusan ini diambil setelah anggota blok menyetujui penambahan dana sebesar Rp150 miliar (37,5 juta reais) per musim untuk Flamengo hingga tahun 2029.
Langkah ekstrem ini dipicu oleh sikap manajemen grup yang dinilai tidak lagi mengedepankan visi bersama demi kepentingan kolektif seluruh anggota. Presiden Palmeiras, Leila Pereira, sebelumnya telah mengisyaratkan ketidakpuasan klub terhadap arah kebijakan liga yang dianggap cenderung memihak kepentingan individu tertentu.
"É inegável que o bloco obteve conquistas, entre elas o acordo vigente pelos direitos de transmissão de TV. Ao longo deste processo, contudo, atitudes egoístas – quando não predatórias – inviabilizaram a coesão necessária para a criação de um modelo compartilhado de gestão e governança" ujar Leila Pereira, Presiden Palmeiras melalui pernyataan resmi yang dilansir dari portalleodias.com.
Perselisihan internal ini berakar dari gugatan hukum yang diajukan Flamengo terkait transparansi kriteria audiensi dalam distribusi pendapatan TV Kabel dan Pay Per View. Untuk mengakhiri kebuntuan hukum yang sempat membekukan dana dari TV Globo, para anggota Libra akhirnya sepakat memberikan kompensasi finansial yang lebih besar kepada klub asal Rio de Janeiro tersebut.
Meskipun menarik diri dari organisasi, Palmeiras mengonfirmasi tetap terikat pada kontrak transmisi televisi saat ini yang berlaku hingga akhir musim 2029. Klub berjuluk Verdão tersebut memilih untuk mengambil posisi netral dan memantau perkembangan pembentukan liga baru di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) daripada bergabung dengan blok pesaing, Futebol Forte União (FFU).