Timnas Panama Tekuk Republik Dominika Empat Dua Laga Uji Coba

Timnas Panama Tekuk Republik Dominika Empat Dua Laga Uji Coba

Tim nasional Panama sukses menundukkan Republik Dominika dengan skor meyakinkan 4-2 dalam laga persahabatan internasional di Estadio Rommel Fernandez, Panama City, pada Kamis, 4 Juni 2026 pagi WIB. Kemenangan dalam pertandingan bertempo tinggi ini menjadi modal krusial bagi skuad asuhan Thomas Christiansen sebelum bertolak menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Jalannya pertandingan yang dilaporkan Liputan6.com mencatat bahwa Panama langsung mengambil inisiatif serangan hingga T. Rodriguez menjebol gawang lawan pada menit ke-16. Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-44, Griffith menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Republik Dominika sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Mariano pada menit ke-47.

Panama merespons cepat lewat gol Andrade pada menit ke-57 setelah memanfaatkan kombinasi apik Pineda dan Waterman. Tim tamu kembali memberikan perlawanan melalui gol Paniagua pada menit ke-67, sebelum akhirnya Barria mengunci kemenangan Panama menjadi 4-2 pada menit ke-89 setelah memaksimalkan umpan Davis.

Hasil ini menjadi kebangkitan penting bagi tim berjuluk Los Canaleros setelah pada pertandingan sebelumnya menelan kekalahan 2-6 dari Brasil di Stadion Maracana. Berdasarkan data sumutpost.id, kekalahan dari Brasil tersebut merupakan yang kedua bagi Panama dalam 11 pertandingan internasional terakhir mereka.

Keberhasilan menembus Piala Dunia 2026 juga menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Panama. Dilansir dari vietnam.vn, Panama merupakan satu-satunya perwakilan dari kawasan Amerika Tengah yang lolos ke turnamen tersebut, sementara negara tetangga seperti Kosta Rika, Honduras, Jamaika, dan Suriname dipastikan gagal melaju.

Federasi Sepak Bola Panama tetap menaruh kepercayaan pada pelatih Thomas Christiansen setelah sempat gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Di bawah kepemimpinan pelatih berusia 53 tahun tersebut, Panama berkembang menjadi kekuatan baru CONCACAF dengan meraih posisi runner-up Piala Emas CONCACAF 2023, runner-up Liga Bangsa-Bangsa CONCACAF 2025, serta menembus babak gugur Copa America 2024.

Pada putaran final Piala Dunia 2026 nanti, Panama tergabung dalam Grup L bersama Ghana, Kroasia, dan Inggris. Skuad berjuluk Gelombang Merah ini akan memulai perjuangan melawan Ghana pada 17 Juni di Toronto, Kanada, sebelum menantang Kroasia dan kandidat juara Inggris.

Penyerang timnas Panama, Ismael Diaz, mengaku sangat antusias menghadapi tantangan besar di grup tersebut meski banyak pihak menilai persaingan di Grup L akan berjalan sangat berat.

“Semua orang bilang grup itu sulit, tetapi saya menyukainya. Saya menyukainya karena pada akhirnya saya selalu berpikir bahwa Anda datang ke Piala Dunia untuk bersaing melawan yang terbaik dan bermain melawan mereka. Jadi, saya senang dengan grup yang kami dapatkan,” kata Diaz seperti dikutip dari rri.co.id.

Inggris menjadi lawan yang paling familiar bagi Panama setelah kedua tim pernah bertemu pada fase grup Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana saat itu Panama tak berkutik dan kalah dengan skor telak 1-6.

“Itu adalah Piala Dunia pertama bagi Panama. Saya rasa perasaannya lebih kepada menikmati pengalaman tersebut, merasakan seperti apa Piala Dunia pertama dan bagaimana atmosfernya,” ujar Diaz menambahkan.

Kini, penyerang berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa kekuatan mental skuad Los Canaleros sudah jauh berbeda dan jauh lebih siap bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

“Sekarang sedikit berbeda, mentalitas kami sudah berubah. Kami ingin melakukan lebih dari apa yang mampu kami lakukan di Piala Dunia sebelumnya, dan itulah mengapa kami datang dengan mentalitas kompetitif,” kata Diaz menegaskan.

Keikutsertaan kedua di Piala Dunia ini juga diiringi dengan target besar untuk mencatatkan kemenangan perdana dalam sejarah sepak bola negara mereka.

“Wow! Saya tidak tahu harus berkata apa. Itu adalah harapan terbesar kami saat ini. Akan luar biasa jika itu bisa terjadi di pertandingan pertama kami, meraih kemenangan itu,” ucap Diaz.

Dirinya meyakini kebahagiaan luar biasa akan menyelimuti seluruh masyarakat andai target tersebut berhasil dicapai.

“Emosi dan kebahagiaan kami pasti tidak akan ada batasnya. Itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Diaz.

Setelah merampungkan pertandingan uji coba terakhir ini, skuad Panama dijadwalkan segera terbang menuju Amerika Utara untuk mematangkan persiapan menjelang laga pembuka melawan Ghana.

Artikel terkait

Rekomendasi