Ajang pameran seni ART with HEART kembali diselenggarakan oleh Panasonic-GOBEL Group pada 21–24 Mei 2026 di Gandaria City, Jakarta. Dilansir dari Medcom, pergelaran yang memasuki tahun ketiga ini berkomitmen memperluas akses bagi seniman difabel agar bisa terhubung dengan industri seni profesional dan pasar kreatif.
Gelaran kali ini mengusung tema “KAMI” yang memiliki makna mendalam dari dua budaya. Dalam kebudayaan Indonesia, kata tersebut menggambarkan kebersamaan banyak pihak untuk satu tujuan, sedangkan dalam budaya Jepang bermakna energi positif untuk mendorong kehidupan yang lebih baik.
Melalui konsep tersebut, Panasonic-GOBEL berupaya mengajak para pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem kesenian yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pameran ini menjadi wadah berharga bagi para seniman berkebutuhan khusus untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, serta memperkuat peran sosial mereka. Karya-karya yang dipajang menjadi representasi nyata bahwa seni dapat menjadi sarana pemberdayaan yang mampu menembus keterbatasan fisik.
Inisiasi ART with HEART dimulai pada 2023 lewat pameran serta lelang karya bersama sejumlah seniman ternama demi meningkatkan eksposur publik. Selanjutnya pada 2025, program ini berkembang melalui kolaborasi pembuatan desain produk elektronik yang didampingi oleh seniman senior sebagai mentor.
Pada edisi tahun ini, terdapat dua agenda utama yang disajikan. Agenda pertama adalah business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional, lengkap dengan contoh kolaborasi sukses yang telah berjalan.
Agenda kedua berupa art fair berbentuk charity sale yang memamerkan 70 karya dari seniman difabel dan seniman senior. Hasil penjualan dari kegiatan yang bertujuan meningkatkan apresiasi fine art ini sebagian akan disalurkan melalui yayasan terkait untuk mendukung kemandirian seniman berkebutuhan khusus.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan interaktif, seperti melukis tas jinjing (tote bag painting) dan tantangan media sosial dengan hadiah suvenir eksklusif.
Ina Silas selaku kurator pameran berharap hasil karya para seniman difabel ini dapat memperoleh apresiasi yang lebih luas hingga ke tingkat global.
“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni,‒ ujar Ina.
Di sisi lain, perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, memandang bahwa dunia seni memiliki potensi besar sebagai jembatan kemandirian ekonomi.
“Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar,‒ kata M. Arif Rachmat Gobel.
Aktivitas sosial ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 70 tahun kehadiran Panasonic-GOBEL di Indonesia, sebagai bukti kontribusi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada sektor teknologi tetapi juga pada aspek inklusivitas sosial.