Paris Saint-Germain dan Arsenal bakal bentrok pada babak final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Pertandingan penentu ini menjadi momentum besar bagi kedua tim elite Eropa tersebut untuk mengukir sejarah baru di kompetisi antarklub tertinggi Benua Biru.
Dilansir dari Bola.com, Paris Saint-Germain (PSG) berpeluang mempertahankan trofi sekaligus mencatat sejarah back-to-back juara setelah meraih gelar perdana mereka musim lalu. Sebaliknya, Arsenal berambisi meraih trofi Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah klub setelah menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun.
Arsenal melaju ke partai puncak dengan modal impresif tanpa terkalahkan sejak fase liga. Skuad asuhan Mikel Arteta tersebut mengusung misi balas dendam setelah disingkirkan oleh PSG pada babak semifinal kompetisi musim lalu dengan agregat kekalahan 0-1 dan 1-2.
Evaluasi mendalam dilakukan oleh kubu London Utara jelang laga krusial ini. Efisiensi dalam memaksimalkan peluang di area penalti lawan menjadi fokus utama yang harus dibenahi demi mengamankan kemenangan.
"PSG tim yang sangat bagus. Kami melawan mereka dalam dua leg musim lalu dan siapapun bisa saja menang kala itu. Jadi untuk sekarang, semoga tim terbaik menang," ungkap Declan Rice, Gelandang Arsenal kepada situs UEFA.
Pemain tim nasional Inggris tersebut menambahkan bahwa kegagalan musim lalu memberikan pelajaran berharga bagi mentalitas bertanding tim. Arsenal kini merasa lebih siap menghadapi tekanan di partai final.
"Apa yang kami pelajari dari kekalahan di semifinal musim lalu? Bahwa kami harus mengambil kesempatan kami, sebab kami punya banyak waktu itu. Memang belum jodohnya, tapi momen-momen itulah yang mempersiapkan kami untuk momen-momen yang akan datang," kata Declan Rice.
Di kubu berseberangan, PSG menjelma menjadi kekuatan baru yang kolektif di bawah arahan Luis Enrique sejak tahun 2023. Klub asal Prancis ini sukses mengubah identitas dari tim yang gemar mengoleksi bintang mahal seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe, menjadi skuad muda yang bermain dengan intensitas tinggi.
Keyakinan tinggi pun diusung oleh para penggawa Les Parisiens untuk mempertahankan gelar juara. Sayap PSG, Khvicha Kvaratskhelia, menegaskan kesiapan timnya menghadapi perlawanan sengit Arsenal.
“Kami memahami kami adalah juara bertahan dan kami bisa menang lagi,” ujar Khvicha Kvaratskhelia.
Pemain asal Georgia yang telah mengemas tujuh gol dan tiga assist di fase gugur tersebut optimistis dengan kualitas permainan timnya. Menurutnya, performa konsisten menjadi kunci utama PSG untuk menundukkan lawan.
“Tentu saja ini akan sulit, tetapi kami sudah membuktikan sekali lagi bahwa kami bisa mengalahkan tim mana pun selama bermain dengan cara kami sendiri dan memberikan segalanya di lapangan,” ucap Khvicha Kvaratskhelia.
Performa menonjol juga diperlihatkan oleh Ousmane Dembele yang telah membukukan 19 gol dan 11 assist musim ini. Peraih Ballon d'Or tahun lalu tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap metode kepelatihan yang diterapkan oleh sang manajer.
“Ia adalah pelatih kelas dunia dengan ide yang jelas. Ia penuh energi. Ia luar biasa dan kami berharap ia bertahan sangat lama,” puji Ousmane Dembele.
Jika berhasil membawa PSG kembali mengangkat trofi Kuping Besar, Luis Enrique akan mengukir rekor pribadi yang sangat langka. Ia bakal bergabung dengan jajaran pelatih legendaris yang mengoleksi tiga trofi Liga Champions sepanjang karier kepelatihan mereka.
“Ketika saya datang ke klub ini, saya mengatakan tujuan saya adalah menciptakan sejarah,” tegas Luis Enrique.
Mantan pelatih Barcelona tersebut menegaskan bahwa ambisi besar klub tidak akan berhenti meski telah memenangkan kompetisi ini pada musim sebelumnya. Skuad Paris masih lapar akan pencapaian-pencapaian baru di level internasional.
“Kami ingin terus menulis sejarah karena kami merasa masih ada hal-hal yang bisa dicapai,” tutur Luis Enrique.