Paris Saint-Germain dan Arsenal Perebutkan Trofi Liga Champions di Budapest

Paris Saint-Germain dan Arsenal Perebutkan Trofi Liga Champions di Budapest

Paris Saint-Germain dan Arsenal bakal saling berhadapan dalam pertandingan babak final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Sabtu pekan ini.

Pertemuan dua klub raksasa asal Prancis dan Inggris tersebut menjadi laga pamungkas dari rangkaian musim kompetisi domestik maupun Eropa yang panjang bagi kedua tim.

Dilansir dari bbc.com, Paris Saint-Germain di bawah arahan pelatih Luis Enrique diuntungkan oleh kebugaran para pemain mereka lantaran kebijakan rotasi skuad yang intensif di kompetisi domestik Ligue 1.

Sebaliknya, para pemain kunci manajer Arsenal Mikel Arteta mencatatkan waktu bermain yang jauh lebih banyak di liga domestik sebelum akhirnya berhasil menyabet gelar juara Premier League musim ini.

Paris Saint-Germain melaju ke final setelah memainkan total 16 pertandingan di Liga Champions musim ini, sementara Arsenal tercatat telah bertanding sebanyak 14 kali di kompetisi yang sama.

Berdasarkan data bet365 yang dimuat oleh goal.com, Paris Saint-Germain menjadi tim yang lebih difavoritkan dengan peluang menang sebesar 44 persen di waktu normal, sedangkan Arsenal memiliki probabilitas kemenangan sebesar 33 persen.

Meskipun demikian, Arsenal memiliki catatan pertahanan terbaik di kompetisi Eropa musim ini dengan hanya kebobolan enam gol, sementara Paris Saint-Germain telah kemasukan 22 gol dari 16 laga.

Sebelum pertandingan penentu ini, pembicaraan mengenai kandidat peraih Ballon d'Or turut mengemuka yang melibatkan penyerang sayap Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, serta pemenang tahun lalu, Ousmane Dembele.

Mantan gelandang Real Madrid Toni Kroos dan saudaranya Felix Kroos sempat membahas peluang Khvicha Kvaratskhelia dalam memenangkan penghargaan individu tersebut dalam sebuah episode podcast mereka.

Kvaratskhelia sendiri menempatkan dirinya di posisi yang rendah hati dan justru memberikan dukungannya kepada rekan setimnya pasca kemenangan atas Liverpool di babak sebelumnya.

"Ousmane adalah pemain yang luar biasa. Kita melihatnya lagi malam ini," kata Kvaratskhelia dengan antusias setelah Dembele mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Liverpool di Anfield pada 14 April.

Pemain asal Georgia tersebut meyakini bahwa Ousmane Dembele masih memiliki kemampuan besar untuk mempertahankan trofi individu tertinggi sepak bola tersebut di masa mendatang.

"Dia menunjukkan mengapa dia memenangkan Ballon d'Or tahun lalu. Dan dia mampu memenangkannya berkali-kali." kata Kvaratskhelia.

Performa impresif Kvaratskhelia di panggung Eropa mengundang pujian luas dari para pengamat sepak bola senior yang menyaksikan penampilannya secara langsung.

"Kvaratskhelia adalah pemain terbaik di dunia dan dia hanya akan semakin baik," kata legenda Belanda Clarence Seedorf dengan antusias di Amazon Prime setelah menyaksikan pemain berusia 25 tahun itu bersinar paling terang dalam pertandingan yang dipenuhi bintang-bintang top.

Seedorf menambahkan bahwa kecerdasan taktis yang dimiliki oleh penyerang sayap tersebut membuatnya menjadi figur yang sangat berbahaya bagi lini pertahanan tim lawan.

"Saya tidak tahu apakah dia akan tetap di sisi kiri karena dia tahu apa yang harus dilakukan dalam setiap situasi. โ€œDia memimpin tim di momen-momen tertentu, jadi saya suka kecerdasannya. Dia adalah pemain tambahan di lini tengah dan juga berperan penting di lini depan. Dia luar biasa." kata Seedorf.

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, turut memuji etos kerja serta kontribusi menyeluruh yang ditunjukkan oleh sang pemain di sepanjang kompetisi musim ini.

"Khvicha telah tampil di level tinggi sepanjang musim," kata Luis Enrique.

Luis Enrique menegaskan bahwa keunggulan sang penyerang tidak hanya terletak pada ketajaman menyerang, melainkan juga pada kedisiplinannya saat membantu pertahanan tim.

"Dan saya tidak berbicara tentang kualitas serangannya, karena semua orang sudah tahu tentang itu. Saya berbicara tentang karakternya, cara dia bertahan, apa pun pertandingannya." kata Luis Enrique.

Selain membahas pemain, Luis Enrique juga memaparkan kerumitan yang dihadapinya saat harus membagi fokus para pemain antara laga liga domestik dan kompetisi krusial Liga Champions.

"Every match is different and presents its own challenges. We have to take everything into consideration," said Luis Enrique.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menekankan perlunya komunikasi personal demi menjaga ritme kompetisi dan kebugaran seluruh elemen tim.

"I need to speak to the players individually. It's not easy, it's like playing Tetris. We have to win the three points and manage to get the players back for the most important match of the season." said Luis Enrique.

Kvaratskhelia mengakui adanya perubahan besar dalam gaya bermainnya setelah bergabung dengan klub ibu kota Prancis tersebut dari klub lamanya, Napoli.

"Sejak saya berada di Paris, saya telah banyak berkembang dalam hal itu, dan juga menjadi pejuang di lapangan," katanya kepada Le Parisien pada awal musim ini.

Ia menyatakan bahwa bimbingan dari sang manajer berperan krusial dalam membentuk dirinya menjadi pemain yang lebih kompetitif secara defensif.

"Saya selalu berusaha memberikan 100 persen, even dalam bertahan, dan manajer telah membantu saya berkembang pesat dalam hal itu." katanya.

Pemain bernomor punggung tumpuan tersebut kembali menegaskan kekagumannya terhadap sisi humanis yang ditunjukkan oleh Luis Enrique sejak awal kedatangannya ke klub.

"Kemanusiaannya lah yang paling membekas bagi saya," ungkap Kvaratskhelia dalam wawancara dengan UEFA tak lama setelah kedatangannya dari Napoli pada Januari.

Menurutnya, pendekatan kepelatihan yang tenang dan penuh penjelasan mampu mendorong para pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di atas lapangan.

"Peran manajer sangatlah penting dalam karier seorang pesepakbola. Ketika seseorang datang kepada Anda dengan tenang dan menjelaskan segalanya, maka pemain akan berusaha lebih keras untuk memahami dan tampil lebih baik. " Luis Enrique membuat Anda merasa, baik di dalam maupun di luar lapangan, bahwa Anda harus memberikan segalanya โ€“ untuknya, untuk klub, dan untuk semua penggemar. Dia memperlakukan Anda dengan begitu hormat dan jelas." kata Kvaratskhelia.

Di kubu lawan, manajer Arsenal Mikel Arteta memuji kepemimpinan Martin Odegaard yang dinilai krusial dalam menyatukan alur permainan tim setelah sempat didera cedera panjang.

"He's the one that connects everybody, that glides everybody together, that makes the team flow in a way that nobody else can do," kata Arteta.

Arteta juga menggarisbawahi kelebihan sang kapten dalam melakukan adaptasi taktik secara cepat di tengah berlangsungnya pertandingan berat.

"And that's a huge quality to have. He's the captain, he's the leader, he's the one that sets the tone in probably every phase of play for us. "And he's such an intelligent person that he can adapt and modify the game when we need to in 10 seconds." kata Arteta.

Pertandingan final di Puskas Arena ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk membalas kegagalan mereka di final Liga Champions 2006 silam di Paris.

Mantan direktur pelaksana Arsenal, Keith Edelman, sempat mengenang memori pahit pengusiran kiper Jens Lehmann di awal babak pertama pada final dua dekade lalu tersebut.

"We were robbed," kata Keith Edelman.

Edelman menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit Terje Hauge yang dinilai mengubah jalannya pertandingan final melawan Barcelona kala itu.

"The ref shouldn't have given him a red card." kata Edelman.

Masalah finansial akibat pembangunan stadion baru setelah tahun 2006 diakui sempat menghambat kapasitas bersaing manajemen Arsenal di bursa transfer pemain sepak bola.

"When I came in, the board said they wanted to build a stadium," kata Edelman yang bergabung dengan Arsenal pada tahun 2000.

Edelman menyebut bahwa penggalangan dana awal untuk proyek tersebut menghadapi tantangan berat dari internal jajaran direksi klub sendiri.

"So I said: โ€˜How much are you going to put in?โ€™ And everyone looked at me blankly." kata Edelman.

Akibatnya, pihak perbankan pada era tersebut sempat menunjukkan keengganan untuk mencairkan pinjaman dana segar bagi klub sepak bola Inggris.

"We had 10 banks [we pitched to] and all the credit committees said: โ€˜No,โ€™" kata Edelman.

Penolakan dari komite kredit bank-bank tersebut diakui menjadi salah satu momen krusial yang sempat menahan ambisi pembangunan infrastruktur klub.

"That was an amazing moment. We couldn't build the stadium." kata Edelman.

Kendati demikian, situasi keuangan yang sulit tersebut berhasil diatasi melalui skema kerja sama jangka panjang dengan pihak sponsor pakaian olahraga dan maskapai penerbangan.

"It was an amazing deal," kata Edelman mengenai kesepakatan hak internet dengan raksasa media Granada pada masa awal dotcom bubble.

Edelman mengonfirmasi bahwa periode sulit penataan keuangan pasca-final Paris merupakan sebuah pengalaman manajerial yang penuh dengan ketegangan tinggi.

"It was a white knuckle ride," kata Edelman.

Perselisihan internal di tingkat dewan direksi sesudah tahun 2007 dinilai menjadi salah satu faktor yang memperpanjang masa paceklik gelar juara bagi tim asal London Utara tersebut.

"I felt the heavy lifting had been done on the stadium," katanya.

Keretakan hubungan di antara para petinggi klub pasca mundurnya wakil ketua David Dein berimplikasi buruk pada stabilitas prestasi Arsenal di kompetisi domestik.

"The fact that the board was at daggers drawn didn't help matters." kata Edelman.

Kini, Arsenal berpeluang mengukir sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa dengan menghadapi sang juara bertahan Paris Saint-Germain di Budapest.

Artikel terkait

Rekomendasi