Paris Saint-Germain diunggulkan mampu mempertahankan gelar juara dalam pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Prediksi keunggulan klub Prancis tersebut didasarkan pada faktor pengalaman kompetisi serta komposisi lini serang yang dinilai lebih superior dibandingkan dengan kubu perwakilan Inggris. Paris Saint-Germain melangkah ke partai puncak dengan status juara bertahan setelah menyingkirkan Bayern Munich di semifinal melalui agregat skor 6-5.
Sebaliknya, Arsenal berhasil menembus babak final tanpa terkalahkan dengan catatan pertahanan kokoh yang hanya kebobolan enam gol dari 14 laga sejak fase liga. Pertandingan ini menjadi final pertama bagi klub berjuluk The Gunners tersebut dalam kurun waktu 20 tahun terakhir setelah sebelumnya menjadi runner-up pada musim 2006.
Mantan gelandang AC Milan Andrea Pirlo menjagokan skuad asuhan Luis Enrique karena memiliki keunggulan mentalitas dan kematangan bermain di partai final. Dilansir dari Sky Sports, Pirlo melihat keunggulan performa kolektif yang ditunjukkan oleh skuad juara bertahan tersebut.
"Luis Enrique adalah pelatih terbaik di dunia saat ini," ujar Pirlo kepada Sky Sports.
Kombinasi taktik dinamis dengan materi pemain muda menjadi alasan utama pria yang telah memenangi dua trofi Liga Champions itu menempatkan persentase peluang kemenangan sebesar 60-40 untuk keunggulan Paris Saint-Germain.
"Dia sudah menciptakan tim kuat, mentalitas kuat dengan pemain-pemain muda. Sungguh menyenangkan melihat mereka tampil baik dan bahkan menonton mereka itu lebih bagus karena mereka memeragakan sepakbola yang cepat, dinamis, dan teknikal yang disukai semua orang. Sudah diatur dengan baik karena PSG adalah juara bertahan, sementara Arsenal ini adalah pertama kalinya (di final) dalam 20 tahun tapi mereka baru saja juara Premier League. Saya pegang 60-40 untuk Paris," kata Pirlo menambahkan.
Di sisi lain, legenda Arsenal Paul Merson memprediksi laga final tidak akan berjalan terbuka dan menyarankan Paris Saint-Germain untuk mengantisipasi kedisiplinan lini belakang lawan. Merson mengingatkan agar sang juara bertahan tidak membiarkan gawang mereka bobol lebih dahulu oleh Arsenal.
"PSG akan menunjukkan respek kepada Arsenal. Ini tidak akan seperti saat melawan Bayern Munich di leg pertama, di mana pertandingannya terbuka dan seperti 'kamu cetak gol, maka aku juga'," ujar Merson seperti dikutip dari Sportskeeda.
Menurut analisis Merson, pertahanan rapat yang dimiliki Arsenal akan menjadi kendala besar bagi lini depan Paris Saint-Germain jika klub asal London tersebut berhasil memimpin kedudukan terlebih dahulu.
"Kalau PSG ingin memenangi final ini, mereka tidak boleh membiarkan Arsenal mencetak gol lebih dulu," lanjut Merson.
Meski mengantisipasi skenario tersebut, Merson tetap menilai bahwa komposisi penyerang Paris Saint-Germain memiliki kualitas yang berada di atas daya serang tim asuhan Mikel Arteta.
"Kita tahu betapa sulitnya membongkar Arsenal. Bahkan PSG bisa main bertahan seperti yang mereka lakukan melawan Bayern di leg kedua, tapi trisula lini depan mereka superior dibandingkan Arsenal," kata Merson menjelaskan.
Merson meyakini dominasi penyerang Paris Saint-Germain akan menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang diprediksi tidak akan menghasilkan banyak gol ini.
"Bahkan jika Arsenal mencoba, mereka tidak bisa menyamai lini serang PSG!" kata Merson menegaskan.