Paris Saint-Germain berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Pertandingan final tersebut harus ditentukan melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu 120 menit selesai dilaksanakan.
Dilansir dari tirto.id, Arsenal sempat memimpin jalannya pertandingan pada menit kelima babak pertama melalui gol yang dicetak oleh Kai Havertz setelah memanfaatkan bola sapuan Marquinhos yang membentur Leandro Trossard.
PSG kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Christian Mosquera di dalam kotak terlarang.
Dalam babak adu penalti, empat penendang PSG yaitu Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal mengeksekusi penalti.
Di kubu Arsenal, hanya tiga pemain yang mencetak gol penalti yakni Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli, sedangkan tendangan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes melenceng dari gawang Matvey Safonov.
Kemenangan ini membuat Les Parisiens menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang berhasil meraih gelar juara Liga Champions secara berturut-turut atau back to back.
Menurut laporan sport.detik.com, hasil ini juga membawa pelatih PSG, Luis Enrique, masuk ke dalam daftar elite pelatih yang mengoleksi minimal tiga gelar Liga Champions setelah sebelumnya meraih trofi pada 2015 dan 2025.
Catatan tiga gelar tersebut membuat Luis Enrique sejajar dengan para pelatih papan atas dunia seperti Bob Paisley, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola, serta berada di bawah Carlo Ancelotti yang mengoleksi lima gelar.
Selain itu, Luis Enrique kini tercatat sebagai pelatih dengan rasio kemenangan tertinggi di Liga Champions sebesar 63,3 persen untuk manajer yang sudah melakoni minimal 50 pertandingan.
"Apakah saya manajer legendaris? Saya tidak tertarik dengan itu," ujar Enrique seperti dikutip BBC Sport.
Bagi Arsenal, kekalahan ini memperpanjang catatan kegagalan mereka di partai final Liga Champions sekaligus memastikan tim asuhan Mikel Arteta belum berhasil meraih trofi Eropa lagi sejak memenangi Piala Winners UEFA 1993/1994.