Paris Saint-Germain dan Arsenal bakal bertarung memperebutkan trofi Liga Champions musim 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 17.00 waktu Inggris.
Pertandingan ini menyajikan duel rekor karena Arsenal belum terkalahkan dalam 14 laga Eropa musim ini, sedangkan Paris Saint-Germain (PSG) berstatus sebagai juara bertahan yang mengincar trofi berturut-turut.
Berdasarkan catatan pertemuan yang dilansir dari The Guardian, kedua tim memiliki rekor seimbang dengan masing-masing mengemas dua kemenangan dan tiga hasil imbang dari tujuh laga terdahulu.
PSG besutan Luis Enrique melangkah ke final dengan modal mentereng setelah menjuarai Ligue 1 lima kali beruntun, serta meraih gelar FIFA Intercontinental Cup, UEFA Super Cup, dan Trophee de France musim ini.
Kondisi skuad asal Prancis tersebut dipastikan komplet setelah Achraf Hakimi, Nuno Mendes, dan Ousmane Dembele pulih dari cedera dan siap diturunkan oleh tim kepelatihan.
"I think it's the opportunity to own the moment because it's the second time in our history that we are here and we have the opportunity tomorrow to write a new chapter in the history of this football club. In order to do that, we have to play tomorrow with such clarity, a lot of courage and a relentless desire to win. We have those three aspects and I'm sure that we're going to be close to winning." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta menegaskan bahwa anak asuhnya memiliki ambisi besar untuk mengukir sejarah baru setelah penantian panjang selama 55 tahun demi menjadi raja sepak bola Eropa.
"The ambition is bigger. We have won one and we want the second one. That's all we've been talking about. That has to be a platform to reach bigger destinations and to aim for more. The team is capable because we've shown it in the last two or three seasons in this competition, and I want the players to be so confident that we're going to go and do it." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Di kubu lawan, Luis Enrique menilai kedua tim memiliki kesamaan filosofi permainan meski menempuh jalur taktis yang berbeda sepanjang kompetisi musim ini berlangsung.
"I wouldn’t say we [PSG and Arsenal] have two different visions, we have similar ideas but have taken different paths. They also score a lot of goals, and we are also a team that defends very well - we’ve just taken different paths to get to that." kata Luis Enrique, Manajer Paris Saint-Germain.
Enrique juga menambahkan bahwa motivasi anak asuhnya untuk mempertahankan gelar juara jauh lebih masif dibandingkan ambisi Arsenal yang baru mengincar trofi pertama mereka.
"Yes, it is powerful," ujar Luis Enrique, Manajer Paris Saint-Germain.
Pelatih asal Spanyol tersebut sangat optimistis karena sejarah mencatat hanya Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar di era modern Liga Champions.
"But do you know how powerful trying to win the second one in a row is? It's bigger. So we're ahead. I don't think there's any better motivation than winning the Champions League. We will see tomorrow who is better – we both won our respective leagues and I'm going to focus on what is positive for my team. So that we can show the best of ourselves." kata Luis Enrique, Manajer Paris Saint-Germain.
Skuad muda PSG diklaim tidak akan cepat puas dengan pencapaian domestik dan bertekad mengukir tinta emas di level internasional.
"It's a source of motivation for us. We have already gone down in the history books as one of the best teams in Europe. But that's what we're looking for. You never know when you're going to be back in the Champions League final and you have to make the most of it." tutur Luis Enrique, Manajer Paris Saint-Germain.
Penyerang sayap PSG, Ousmane Dembele, turut menegaskan kesiapan fisiknya setelah sempat dibekap cedera betis pada laga pemungkas liga domestik melawan Paris FC dua pekan lalu.
"We’re a young squad who are highly ambitious and we don’t want to sit on our laurels," kata Ousmane Dembele, Penyerang Paris Saint-Germain.
Dembele menyatakan bahwa pertandingan final ini menjadi panggung pembuktian bagi generasi muda Les Parisiens untuk sejajar dengan para pemain terbaik dunia.
"We know that it would be something historic if we can pull it off. If we want to be great players then these are the trophies that we need to be winning time and again." ujar Ousmane Dembele, Penyerang Paris Saint-Germain.
Dari segi kesiapan taktis, pengamat sepak bola Adrian Clarke mencatat PSG telah mencetak tujuh gol dari situasi high turnover dan sangat berbahaya melalui skema transisi cepat.
Pertandingan ini juga mencatatkan sejarah baru bagi penyiaran di Inggris karena untuk pertama kalinya laga final Liga Champions tidak disiarkan secara gratis menyusul kebijakan hak siar berbayar dari TNT Sports.