Paris Saint-Germain berhasil menumbangkan Arsenal lewat babak adu penalti pada pertandingan Final Liga Champions di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Kekalahan dramatis ini menggagalkan ambisi klub asal London tersebut untuk merengkuh trofi kompetisi tertinggi Eropa untuk pertama kalinya.
Pertandingan puncak ini harus ditentukan lewat babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang selama 90 menit reguler ditambah 30 menit perpanjangan waktu. Dilansir dari Detik Sport, Arsenal dipastikan menelan kekalahan dengan skor penalti 3-4 dari sang rival.
Klub berjuluk The Gunners sebenarnya unggul lebih awal berkat gol Kai Havertz pada menit keenam dan terus mendominasi permainan hingga 15 menit babak kedua. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah PSG mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia.
Eksekusi penalti yang sempurna dari Ousmane Dembele sukses menyamakan kedudukan dan memicu Arsenal untuk tampil lebih agresif menyerang. Kendati demikian, skor imbang tetap bertahan hingga penentuan pemenang beralih ke drama adu penalti.
Kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes dalam mengesekusi penalti menjadi penentu hasil akhir yang memicu perayaan kubu lawan. Sepakan Gabriel yang melayang di atas mistar gawang sekaligus memastikan kekalahan kedua Arsenal di final Liga Champions setelah kegagalan perdana mereka pada tahun 2006 silam.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih anak asuhnya setelah tampil mengesankan sepanjang turnamen.
"Tentu saja kekalahan ini sulit diterima, karena Anda tampil konsisten sepanjang kompetisi sampai final dan akhirnya Anda harus kalah di adu penalti. Sini sulit sekali diterima," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Kekalahan ini menghentikan rekor tidak terkalahkan yang dipegang Arsenal sebelum melangkah ke partai final di Puskas Arena tersebut.