Pembalap MotoGP Pedro Acosta memberikan tanggapan terkait rumor yang mengaitkan dirinya untuk menjadi rekan satu tim Marc Marquez di pabrikan Ducati Lenovo untuk musim kompetisi 2027 mendatang.
Spekulasi mengenai masa depan perpindahan pembalap di kelas utama semakin menguat meskipun belum ada pengumuman resmi dari pihak tim. Acosta dikabarkan menjadi target utama Ducati untuk mengisi posisi Francesco Bagnaia yang berpotensi hengkang menuju Aprilia.
Peluang berada dalam satu lingkungan kerja yang sama dengan juara dunia multipel tersebut diakui Acosta sebagai sebuah impian yang menjadi kenyataan sejak masa kecilnya. Dilansir dari Motosan pada Jumat (22/5/2026), pembalap berusia 21 tahun itu mengingat kembali momen masa lalunya saat mengagumi sang senior.
"Berbagi garasi dengan Marc adalah impian yang jadi kenyataan buat anak-anak mana pun. Saat Marc juara dunia, 2013, saya menghampirinya di acara makan malam dan berfoto bersama," papar Acosta.
Pembalap yang memiliki julukan El Tiburon de Mazarron ini menambahkan bahwa kesempatan belajar dari pembalap berpengalaman besar seperti Marquez akan memberikan dampak yang sangat positif di fase akhir karier seniornya tersebut.
"Selalu senang melihat impian seorang anak terwujud. Berbagi garasi dengan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah, di tahun-tahun terakhirnya, dengan pengalaman yang sudah banyak, serta pengetahuannya, (sangat bagus)," imbuh Acosta.
Marquez sendiri dirumorkan bakal menandatangani perpanjangan kontrak baru dengan menggunakan formula durasi satu ditambah satu tahun (1+1). Acosta menegaskan bahwa durasi singkat selama setahun pun sudah memberikan nilai yang teramat besar bagi dirinya.
"Saya pikir bahkan jika hanya untuk satu tahun, itu bakal lebih sangat berharga ketimbang berbagi garasi dengan orang lain seumur hidupmu," ucap Acosta.
Meskipun menaruh rasa hormat yang tinggi, Acosta menegaskan kesiapannya untuk bersaing secara kompetitif di lintasan sirkuit demi mendapatkan hasil terbaik.
"Saya tidak bilang saya senang mengalahkan Marc Marquez. Saya akan bertarung dengannya, bahkan jika kalah, tapi paling tidak bisa bertarung dengannya. Saya akan merasa tenang," tutup Acosta.