Mantan penyerang sayap Lazio Pedro Rodriguez mengungkapkan bahwa dirinya sempat secara aktif berupaya meyakinkan sejumlah pemain bintang dunia, termasuk Lionel Messi dan David de Gea, untuk bergabung dengan klub Serie A tersebut.
Pengakuan tersebut disampaikan Pedro dalam wawancara perpisahan dengan saluran YouTube resmi klub setelah melakoni laga pamungkasnya bersama Biancoceleste melawan Pisa pada Minggu dini hari WIB.
Pemain veteran asal Spanyol tersebut menceritakan kisah di balik layar mengenai perannya sebagai perekrut tidak resmi demi membagikan antusiasme pendukung Lazio kepada rekan-rekannya.
"Saya selalu berusaha," kata Pedro melansir Football-Italia.
"Even dengan Messi, jelas itu tidak mudah. Lalu Jordi Alba dan De Gea juga, saat mereka berstatus bebas transfer. Saya juga ingat pernah membicarakannya dengan Bartra dengan Sarri. Dan David Luiz. Saya sangat ingin mereka merasakan gairah para penggemar kami," ungkap Pedro.
Upaya ambisius untuk mendatangkan para pemain top internasional itu dilakukan Pedro selama lima musim pengabdiannya di ibu kota Italia sejak menyeberang dari AS Roma pada tahun 2021.
"Saya selalu berusaha," kata Pedro saat ditanya apakah ia pernah hampir berhasil meyakinkan mantan rekan setimnya untuk bergabung, dikutip dari Football Italia.
"Bahkan dengan Messi, jelas itu tidak mudah (tertawa). Lalu Jordi Alba dan De Gea ketika mereka berstatus bebas transfer."
"Saya juga ingat berbicara tentang Bartra dengan Sarri. Dan David Luiz. Saya ingin sekali membiarkan mereka merasakan gairah para penggemar kami.”
Meskipun manuver transfer tersebut tidak terwujud, penyerang berusia 38 tahun itu tetap mencatatkan kontribusi penting bagi Lazio melalui torehan 39 gol dan 19 assist dari 209 penampilan.
"Saya selalu berusaha," ungkap Pedro seperti dikutip oleh media sepak bola Italia.
"Bahkan dengan Messi, jelas itu tidak mudah," aku Pedro.
"Lalu Jordi Alba dan De Gea juga, saat mereka berstatus bebas transfer," jelas Pedro.
"Saya juga ingat pernah membicarakannya dengan Bartra dengan Sarri," tambahnya.
"Saya sangat ingin mereka merasakan gairah para penggemar kami," tutur Pedro.
Selain membahas transfer, mantan penggawa Barcelona dan Chelsea ini juga menyinggung kendala berat yang dialami tim sepanjang musim 2025/2026, termasuk aksi boikot dari pendukung setia yang membuat posisi Lazio tertahan di peringkat kesembilan klasemen akhir.
“Bermain tanpa dukungan mereka itu sulit,” katanya dilansir bola.kompas.com.
“Bermain bagus di stadion kosong itu mustahil. Kami melewati masa-masa sulit dan tidak mudah menyaksikan situasi yang berkembang antara para penggemar, skuad, dan klub.”
Sebelum meninggalkan kompetisi sepak bola Italia tanpa mengonfirmasi klub pelabuhan berikutnya, pemilik tiga gelar Liga Champions ini menitipkan pesan mendalam demi masa depan Biancoceleste.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun kembali persatuan antara skuad, suporter, dan klub, sehingga semua pihak bergerak ke arah yang sama,” kata Pedro.
“Saya yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Lazio akan kembali meraih trofi dan bersaing di kancah Eropa. Dan saya berharap suatu hari nanti bisa kembali untuk membantu.”
“Hal pertama adalah menemukan kembali persatuan antara skuad, penggemar, dan klub, semuanya bekerja sama ke arah yang sama,” katanya.
“Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan Lazio akan kembali memenangkan trofi dan berjuang untuk Eropa. Dan saya berharap suatu hari nanti bisa kembali untuk membantu.”