Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente membuat keputusan sejarah baru dengan tidak menyertakan satu pun pemain Real Madrid ke dalam skuad resmi untuk kompetisi Piala Dunia 2026. Kebijakan ekstrem ini diambil demi menjaga stabilitas taktik permainan La Furia Roja, seperti dilansir dari Suara.
Langkah de la Fuente ini memicu pergolakan internal karena ketiadaan representasi Los Blancos menjadi anomali besar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Selama ini, kekuatan timnas Spanyol selalu bertumpu pada kombinasi pemain Real Madrid dan Barcelona.
Sebagai ganti dominasi Madrid, de la Fuente lebih memilih memasukkan para pemain Barcelona yang kini mengisi hampir sepertiga dari total anggota skuad resmi. Pelatih Spanyol tersebut memprioritaskan kecocokan sistem taktik yang sukses membawa mereka menjuarai Euro 2024 lalu.
Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, yang namanya dicoret dari daftar 26 pemain setelah performanya merosot pada paruh kedua musim. Pemain berusia 21 tahun itu meluapkan kekecewaannya melalui sindiran terbuka di Instagram Story dengan memamerkan daftar tim terbaik versi Sofascore.
Selain Huijsen, nama-nama pemain senior Madrid seperti Dani Ceballos dan Raul Asencio juga terdepak karena minimnya menit bermain. Sementara itu, pemain muda Los Blancos Gonzalo Garcia hanya dipanggil untuk membantu sesi latihan serta laga uji coba melawan Peru.
Perombakan besar di sektor pertahanan ini juga menyingkirkan para pemain veteran lain seperti Robin Le Normand, Dani Vivian, hingga Nacho Fernandez. Kini, lini belakang Spanyol mempercayakan kombinasi Pau Cubarsi dan kepemimpinan bek senior Aymeric Laporte.
Saat ini, timnas Spanyol sedang menjalani pemusatan latihan intensif sebelum bertolak menuju kompetisi resmi Piala Dunia 2026. De la Fuente menegaskan bahwa kerangka struktur lini belakang yang baru ini sudah final demi memperkuat konsistensi tim.