Produsen teknologi iQOO dijadwalkan meluncurkan ponsel pintar terbaru iQOO 15T di pasar China pada 20 Mei 2026 mendatang. Perangkat ini diposisikan sebagai ponsel unggulan di kelas menengah-atas yang mengandalkan spesifikasi teknis tinggi untuk keperluan bermain gim, sebagaimana dilansir dari Suara.
Ponsel ini akan menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500 "Monster Edition" yang dipadukan dengan teknologi Dual-Chip. Integrasi chip gaming e-sports Q3 buatan internal perusahaan diklaim mampu mendukung pemrosesan grafis tingkat tinggi secara intensif selama penggunaan.
"Full Ray Tracing, gameplay 2K + 144FPS" papar iQOO mengenai kapabilitas chip gaming yang disematkan pada perangkat tersebut.
Pihak produsen juga menonjolkan performa perangkat melalui penggunaan mesin pengolah data yang telah dioptimalkan secara khusus. Peningkatan performa ini menyasar stabilitas visual saat menjalankan aplikasi berat.
"Monster super-core engine" klaim iQOO yang menyebutkan teknologi ini mampu mendongkrak stabilitas frame rate perangkat hingga 34 persen.
Dari sisi visual, iQOO 15T dibekali layar Everest 2K Flat OLED berukuran 6,82 inci dengan panel LTPO 8T. Desain layar datar dipilih untuk menghindari kesalahan sentuhan saat kompetisi, didukung refresh rate 144 Hz dan sistem pelindung mata berbasis perangkat keras.
Sektor daya menjadi keunggulan utama dengan kapasitas baterai 8.000 mAh menggunakan teknologi silikon karbon (Si/C). Meski berkapasitas besar, desain bodi tetap dipertahankan ramping dan dilengkapi fitur manajemen panas yang canggih.
Untuk kenyamanan pengguna saat pengisian daya, iQOO menghadirkan Bypass Charging 2.0 yang mengalirkan listrik langsung ke mesin. Kelengkapan lainnya mencakup X-Axis Linear Motor untuk getaran presisi dan sistem pendingin Vapor Chamber berukuran besar.
Estimasi harga iQOO 15T diprediksi berada di antara model iQOO 15R yang dibanderol Rp7,3 juta dan iQOO 15 yang mencapai Rp13-14 juta. Kehadirannya diproyeksikan menjadi pesaing bagi jajaran Samsung Galaxy A57 dan seri Xiaomi 17T pada kuartal kedua 2026.