Skuad PSBS Biak mengancam akan melakukan aksi mogok bertanding dalam lanjutan Super League Indonesia 2025/2026 sebagai bentuk protes atas penunggakan gaji selama empat bulan. Ancaman tersebut mencuat setelah para pemain menggelar pertemuan internal pada Selasa (5/5/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Krisis finansial ini memicu ketegangan di ruang ganti tim menjelang laga krusial menghadapi Dewa United FC yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5). Pihak manajemen klub telah mengonfirmasi adanya aspirasi para pemain yang menuntut hak finansial mereka segera dipenuhi sebelum pertandingan tersebut digelar.
Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajaran pimpinan klub demi mencari solusi atas permasalahan ini. Dia menyadari bahwa situasi ini menjadi persoalan serius mengingat kompetisi musim ini akan segera berakhir pada bulan Mei.
"Iya benar. Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," kata Alex Yarangga.
Penyelesaian kewajiban klub terhadap pemain dan staf ofisial menjadi prioritas utama agar tim tetap bisa berkompetisi secara profesional di sisa musim. Manajemen berharap ketenangan skuad dapat kembali terjaga jika ada kepastian mengenai pelunasan gaji tersebut.
"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," ujar Alex.
Di sisi lain, para pemain senior telah menyatukan suara untuk mengambil langkah tegas jika tidak ada kepastian dari pihak manajemen hingga batas waktu yang ditentukan. Pemain senior PSBS Biak, Nelson Alom, menekankan bahwa tim secara bulat menuntut pelunasan hak mereka sebelum turun ke lapangan.
"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata Nelson Alom.
Selain tuntutan gaji, para pemain juga mendesak agar setiap pemasukan dana ke klub dialokasikan khusus untuk membayar keringat para pemain terlebih dahulu. Nelson menegaskan bahwa seluruh penggawa PSBS sepakat untuk menghentikan seluruh aktivitas latihan, termasuk latihan resmi (official training), jika hak mereka tetap diabaikan hingga Kamis (7/5).
"Oleh karena itu, menurut Nelson, para pemain saat ini telah bersepakat, jika pada hari Kamis (7/5) nanti manajemen tidak melunasi gaji. Maka para pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut."
Ketegangan internal ini juga merembet pada sikap para pemain terhadap komposisi staf kepelatihan tim. Skuad menunjukkan ketidakpuasan dan menolak kehadiran kembali pelatih kepala saat ini dalam lingkungan tim.
"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain. Kami juga tidak mau Coach (Marian) Mihail kembali," ucap Nelson Alom.