Bunga Zainal Makamkan Sang Ayah di TPU Tanah Kusir

Bunga Zainal Makamkan Sang Ayah di TPU Tanah Kusir

Aktris Bunga Zainal mengantarkan jenazah sang ayah, Sapuri bin Husein, ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026) pagi. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman setelah almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya pada Selasa (5/5/2026) akibat penyakit kanker.

Kesedihan mendalam tampak pada Bunga Zainal yang tidak mampu membendung air mata selama prosesi pemakaman berlangsung. Ayah sang aktris diketahui telah berjuang melawan penyakit kanker tersebut sejak tahun 2021 sebelum akhirnya berpulang di hadapan seluruh keluarganya.

Bunga Zainal mengenang ayahnya sebagai sosok orang tua yang sangat telaten dan terlibat langsung dalam membesarkan anak-anaknya. Almarhum dikenal tidak ragu untuk mengurus berbagai keperluan rumah tangga secara mandiri sejak Bunga masih kecil.

"Banyak ya (momen tak terlupakan). Karena jujurnya Papa tuh hands-on banget sama anak-anaknya. Jadi dari kecil ya memang yang masak tuh Papa, terus kayak mengurusi kita juga Papa," ujar Bunga Zainal mengenang sosok sang ayah.

Selain kemandirian, Sapuri juga menanamkan nilai-nilai kebersihan yang kuat kepada keluarganya. Kebiasaan menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu didikan utama yang diberikan almarhum kepada anak-anaknya sejak dini.

"Papa tuh orangnya bersih ya. Jadi kayak bersih-bersih rumah begitu, Papa mengajari kita kerja bersih-bersih rumah dari kecil tuh dia," imbuh Bunga Zainal.

Memori lain yang membekas adalah kemahiran almarhum dalam meracik bumbu masakan khas Betawi. Bunga menyebutkan bahwa kebiasaan sarapan unik di keluarganya merupakan warisan langsung dari kegemaran sang ayah.

"Rutinitas Papa kan pintar bikin sambel rujak orang Betawi kan. Jadi kayak anak-anaknya dikumpulkan begitu. Jadi aku kalau ditanya kebiasaan makan rujak tuh pagi-pagi ya dari Papa begitu," tutur Bunga Zainal.

Selama masa pengobatan, Sapuri dikenal memiliki tekad yang kuat untuk pulih dari penyakitnya. Motivasi terbesar almarhum untuk bertahan hidup adalah keinginan untuk melihat seluruh anggota keluarganya tetap berkumpul bersama.

"Bapak saya tuh luar biasa banget ya, maksudnya keinginan hidupnya dan sembuhnya tuh tinggi banget, apalagi ingin lihat anak-anaknya kumpul. Dia berjuang banget buat bisa sehat," pungkas Bunga Zainal.

Berdasarkan laporan Tribunnews, sang ayah sempat didampingi oleh anak-anaknya pada saat-saat terakhir sebelum wafat. Kehadiran seluruh keluarga besar di sisi almarhum menjadi pemenuhan keinginan terakhir Sapuri sebelum meninggal dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi