Sebanyak 30 tim tari terbaik berkompetisi dalam babak Grand Final iForte National Dance Competition Inspirasi Diri 2026 yang berlangsung meriah di Mal Grand Indonesia, Jakarta, pada Sabtu (25/4/2026). Ajang ini bertujuan mewadahi kreativitas pelajar dan mahasiswa dalam melestarikan budaya Nusantara melalui seni tari kontemporer.
Dilansir dari Lifestyle, kompetisi tahunan persembahan iForte dan Protelindo Group ini menjaring total 710 peserta dari 227 kota dan kabupaten di Indonesia. Proses penyaringan dilakukan melalui tahap kurasi ketat yang tersebar di 13 kota besar, mulai dari wilayah Sumatra hingga Sulawesi dan Kalimantan.
Pada kategori perguruan tinggi, tim Jaguwar dari Universitas Negeri Surabaya berhasil menyabet gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh Katis Dance dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang, sementara tim Naraya dari Universitas Pendidikan Indonesia mengamankan peringkat ketiga.
Untuk kategori SMK/SMA/Sederajat, tim Semata dari SMKN 5 Denpasar keluar sebagai pemenang utama. Urutan kedua diraih oleh tim Spots dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya, dan posisi ketiga ditempati oleh tim Dixie.49 asal SMAN 49 Jakarta.
| Kategori | Juara 1 | Juara 2 | Juara 3 |
|---|---|---|---|
| Perguruan Tinggi | Jaguwar (UNESA) | Katis Dance (ISI Padang Panjang) | Naraya (UPI) |
| SMK/SMA/Sederajat | Semata (SMKN 5 Denpasar) | Spots (SMA Cita Hati East Campus Surabaya) | Dixie.49 (SMAN 49 Jakarta) |
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan teknis dan dedikasi para peserta yang tampil dalam babak final tersebut.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sungguh luar biasa kepada para penari yang mengikuti iForte National Dance Competition Inspirasi Diri. Kalian sungguh luar biasa. Terima kasih juga kepada para orang tua dan pihak sekolah serta perguruan tinggi yang telah mendukung kalian untuk berkompetisi," ujarnya Rusmedie Agus.
Jajaran dewan juri yang terdiri dari Cinta Laura Kiehl, Harashta Haifa Zahra, Pulung Jati, dan Dian Bokir menekankan pentingnya orisinalitas dalam setiap karya seni pertunjukan yang ditampilkan.
"Penting untuk terus menjadi diri sendiri dan menjaga keseimbangan antara kemampuan teknis dan orisinalitas dalam menampilkan karya seni pertunjukan," pesannya Cinta Laura.
Keindahan koreografi yang dibawakan oleh para finalis juga mendapatkan perhatian khusus dari Putri Indonesia 2024, Harashta Haifa Zahra, yang turut menilai jalannya kompetisi.
"Ini adalah ajang yang luar biasa dalam menggali kekayaan potensi seni budaya di Indonesia," tuturnya Harashta Haifa Zahra.
CEO iForte dan Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso, menutup rangkaian acara dengan memuji keberanian generasi muda dalam mendemonstrasikan keragaman budaya Indonesia melalui gerakan tari yang rumit.
"Kalian telah membuktikan bahwa sebagai generasi muda, kalian mampu mendemonstrasikan betapa indahnya budaya Indonesia. Betapa beragamnya budaya Indonesia, betapa luar biasa budaya Indonesia. Kalian menjadi contoh bahwa kita harus bangga sebagai anak Indonesia," pungkasnya Ferdinandus Aming Santoso.
Seluruh pemenang kompetisi ini berkesempatan untuk tampil dalam Cultural Fair Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya sebagai bagian dari pengembangan potensi seni mereka.