Persiapan dini mulai dilakukan Pemerintah Britania Raya untuk menyambut potensi keberhasilan tim nasional mereka di ajang internasional. Dana sebesar 500 ribu poundsterling atau sekitar Rp12,1 miliar telah disiapkan untuk merancang skenario perayaan jalanan secara besar-besaran.
Langkah antisipatif ini diambil guna mengelola lonjakan massa di jalanan kota London sekaligus memberikan dampak positif bagi perputaran roda ekonomi nasional. Seperti dikutip dari Suara, Kementerian Kebudayaan, Media, dan Olahraga Britania Raya (DCMS) secara serius menggodok rencana tersebut bersama Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Ambisi besar kini berada di pundak manajer anyar asal Jerman, Thomas Tuchel, untuk mengakhiri puasa gelar dunia skuad Tiga Singa yang telah berlangsung selama enam dekade. Jika berhasil mencapai podium juara, Tuchel akan menjadi pelatih pertama yang membawa Inggris merengkuh trofi Piala Dunia sejak kesuksesan legendaris pada tahun 1966.
Konsep perayaan raksasa ini direncanakan mengadopsi model kesuksesan parade Timnas Putri Inggris setelah memenangi ajang Euro 2025 lalu. Pemerintah memilih bersiap sejak awal dengan mengucurkan dana taktis ribuan poundsterling untuk regulasi perencanaan, meskipun Inggris belum pernah lagi menembus partai final sejak 1966.
Alokasi anggaran tersebut dinilai sepadan dengan efek domino yang dihasilkan terhadap moral masyarakat dan sektor industri pariwisata. Kendala logistik penerbangan dari Amerika Serikat ke London yang memakan waktu sekitar tujuh jam membuat perayaan kemungkinan baru digelar pada pertengahan pekan setelah laga final.
Timnas Inggris sendiri berada di Grup H bersama Kroasia, Ghana, dan Panama dengan status unggulan utama. Dalam rangkaian persiapannya menuju turnamen, skuad asuhan Thomas Tuchel baru saja mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba dan dijadwalkan menghadapi Kosta Rika pada Kamis (11/6/2026).