Pemilik Klub NBA Setujui Reformasi Sistem Lotre Draf Baru

Pemilik Klub NBA Setujui Reformasi Sistem Lotre Draf Baru

Dewan gubernur NBA menyetujui reformasi draf lotre melalui pemungutan suara dengan hasil 29-1 pada hari Kamis untuk memberlakukan sistem baru bernama 3-2-1 yang bertujuan memberantas taktik sengaja mengalah atau tanking oleh tim-tim peserta liga basket tersebut.

Dilansir dari laporan Shams Charania melalui ESPN, Memphis Grizzlies menjadi satu-satunya tim yang menolak aturan baru ini karena berkaitan dengan hak pilih masa depan mereka yang terdampak oleh perubahan nilai kompensasi draf.

Sistem baru ini mengubah distribusi probabilitas secara drastis dengan membagikan 37 bola pingpong kepada 16 tim mulai musim depan, di mana tiga tim terbawah kini hanya memiliki peluang sebesar 5.4 persen untuk mendapatkan hak pilih nomor satu.

Aturan ini juga melarang tim memenangkan hak pilih pertama dua tahun berturut-turut mulai draf 2026, serta melarang tim mendapatkan hak pilih lima besar selama tiga tahun berturut-turut sejak draf 2025.

Menurut proposal liga yang dikutip oleh sumber-sumber internal, kebijakan pengetatan ini diambil demi mendistribusikan talenta pemain secara adil di seluruh kompetisi.

"These restrictions would apply only to each team’s own pick, without regard to whether that pick has been retained by the team or traded to, and thus held by, another team," tulis proposal tersebut menurut laporan sumber liga kepada Yahoo Sports.

Komisioner NBA Adam Silver memprioritaskan integritas kompetitif ini dan memegang otoritas penuh untuk menjatuhkan denda hingga 10 juta dolar AS serta pembatalan hak pilih draf bagi tim yang melanggar ketentuan antitanting.

Sistem draf 3-2-1 ini dijadwalkan berjalan selama tiga musim hingga draf 2029 mendatang, bersamaan dengan tenggat waktu opsi keluar dari perjanjian kerja bersama antara liga dan asosiasi pemain.

Presiden Operasi Bola Basket Boston Celtics, Brad Stevens, sempat memperingatkan skuadnya mengenai potensi peningkatan level kompetisi reguler akibat berkurangnya tim yang sengaja mengalah demi posisi draf.

"You have to consider the other teams that are at those levels, and I think the other thing that you have to consider, especially for next year, is there were a lot of teams in the NBA that were playing for draft positioning this year," ujar Brad Stevens, Presiden Operasi Bola Basket Boston Celtics.

Stevens menambahkan bahwa situasi musim depan akan sangat berbeda sehingga membuat jalannya musim reguler menjadi jauh lebih berat bagi tim-tim papan atas.

"That will not be the case next year. So, the league's gonna be a lot better. The regular season could be a lot harder, and it will probably give you a better indication of what everybody really is," kata Brad Stevens.

Artikel terkait

Rekomendasi