Pendukung New York Knicks Lontarkan Kritik terhadap Kota San Antonio

Pendukung New York Knicks Lontarkan Kritik terhadap Kota San Antonio

Sejumlah pendukung New York Knicks melontarkan ejekan terhadap San Antonio yang menjadi kota asal tim rival mereka, San Antonio Spurs, menjelang laga pertama Final NBA pada Rabu, 3 Juni 2026.

Para penggemar tim berjuluk Orange-and-blue tersebut berkumpul di berbagai bar untuk meremehkan kota di Texas itu dan menganggapnya tidak memiliki daya tarik di luar kesuksesan babak penentuan juara oleh tim Spurs.

Kritik dari para pendukung tim asal New York ini salah satunya mengutip pernyataan dari mantan pemain NBA yang kini menjadi analis bola basket, Charles Barkley.

"I don't think most New Yorkers know anything about San Antonio," ujar James Forte, warga Bayside.

"I mean I'll quote [Charles Barkley], 'There is some big women in San Antonio and they love churros and that's the only thing they got going for them.'" ujar James Forte, warga Bayside.

Barkley sendiri memang dikenal sering melontarkan candaan mengenai para wanita di San Antonio serta mengkritik kurangnya tempat wisata di kota tersebut, meski ia menyukai makanan churros dari sana.

Sentimen mengenai perbedaan skala kota juga disampaikan oleh seorang petugas penjaga pintu di Manhattan yang membandingkan antusiasme penonton di Madison Square Garden (MSG) dengan jumlah populasi San Antonio.

"[Wednesday]'s watch party at MSG has 117,000 people on the wait list," ujar Charlie Kelly, warga Fresh Meadows.

"That's more than the population of San Antonio." ujar Charlie Kelly, warga Fresh Meadows.

Meskipun populasi riil San Antonio sebenarnya mencapai lebih dari 1 juta jiwa, beberapa pemilik usaha lokal di New York tetap menilai kota di Texas tersebut sebagai wilayah yang kecil dalam peta persaingan.

"Unbelievable energy coming from these Knicks fans. I don't think there's that kind of energy coming out of San Antonio," ujar John Ryan, pemilik One Station Plaza.

Menurut Ryan, San Antonio seperti bagian yang tidak penting dari Texas dan ia tidak pernah memikirkannya sama sekali.

"There is nothing going on in San Antonio compared to what's going on at MSG [Wednesday]," ujar Dan Geoghan, Manajer Umum Bourbon Street di Bayside.

Pertemuan di babak final ini mengulang memori tahun 1999, saat Knicks terakhir kali mencapai Final NBA dan harus menelan kekalahan dari Spurs dalam seri yang berlangsung selama lima gim.

"They did beat us that last time and Texas doesn't exactly love New York City," ujar Joe Cass, seorang pensiunan asal Bayside.

"Plus, they're not really known for letting things slide so when we beat them we'll be on their list along with 'Remember the Alamo.'" ujar Joe Cass, seorang pensiunan asal Bayside.

Spurs yang memenangi final masa lalu tersebut dikenal melahirkan pemain Hall of Fame seperti Tim Duncan dan David Robinson, serta pertama kali berbasis di San Antonio pada 1973 di bawah liga ABA sebelum berpindah dari Dallas.

Di sisi lain, perjalan Knicks menuju final tahun ini diraih setelah memenangi seri pertandingan melawan Atlanta, Philadelphia, dan Cleveland yang mengakhiri periode bertahun-tahun tanpa prestasi di babak playoff NBA.

Artikel terkait

Rekomendasi