Pendukung Sporting CP dan Torreense Padati Stadion Nasional Jamor

Pendukung Sporting CP dan Torreense Padati Stadion Nasional Jamor

Ribuan pendukung memadati kawasan sekitar Stadion Nasional di Jamor, Oeiras, menjelang laga final kompetisi sepak bola Taça de Portugal antara Sporting CP dan Torreense pada Minggu, 24 Mei 2026. Pertemuan kedua tim memicu atmosfer perayaan yang meriah sekaligus memunculkan dilema bagi sejumlah suporter yang mendukung kedua klub tersebut.

Suasana meriah didominasi oleh warna biru dan merah marun khas pendukung Torreense di area selatan hutan Jamor, diiringi musik animasi khas karnaval dari wilayah barat distrik Lisboa. Di sisi lain, kelompok pendukung Sporting CP berbekal daging panggang dan bir mengekspresikan keyakinan tinggi untuk mempertahankan gelar juara.

Seorang pendukung Sporting CP yang bertindak sebagai juru masak barbeque memprediksi kemenangan 2-0 untuk timnya, setelah mengaku telah lebih dari sepuluh kali menghadiri final di Jamor.

"Atal pode ser o guarda-redes a marcar, mas, sendo mais realista, acredito mais no Suárez e Trincão" ujar pendukung Sporting CP tersebut kepada Lusa.

Pria yang akrab dengan wilayah barat itu menambahkan bahwa dirinya tidak terlalu kecewa jika tim lawan memenangkan pertandingan, berbeda halnya jika menghadapi rival utama seperti Benfica atau FC Porto. Dia juga menegaskan tidak khawatir dengan potensi kepindahan beberapa pemain pilar dari skuad Sporting CP saat ini.

Adik dari penjaga gawang Torreense, Unai Pérez, sengaja melakukan perjalanan dari Bilbao bersama rombongan berjumlah 30 orang sejak Sabtu demi mendukung langsung sang kakak di partai puncak pertama berskala besar baginya.

"Ainda não falei com ele hoje porque ele está concentrado, mas o ambiente é fenomenal. Que seja um grande dia e que ganhe o Torreense, claro" kata saudara perempuan Unai Pérez.

Momen ini menjadi istimewa bagi para pendukung Torreense, termasuk mereka yang sempat menyaksikan tim kesayangan tampil di final kompetisi ini 70 tahun silam.

Viriato Martins, yang berusia tujuh tahun saat Torreense takluk 2-0 dari FC Porto pada final musim 1955/1956, mengaku menahan diri dalam membuat prediksi karena statusnya yang juga menyukai Sporting CP.

"Lembro-me do jogo, mas a festa não é nada como hoje. Hoje é muito melhor. Sou do Sporting e do Torreense, mas nunca festejo golo nenhum. Nem em Alvalade. É difícil, mas as surpresas acontecem. Preferia a Taça à subida de divisão porque o Torreense não tem condições para subir" tutur Viriato Martins yang mengutamakan trofi piala domestik dibanding promosi liga.

Mantan pemain Torreense, Simão Silva, yang ikut hadir bersama mobil pribadinya yang dihias, justru menilai peluang timnya lebih kecil namun tetap optimistis menjelang laga penentu promosi melawan Casa Pia pada Kamis mendatang.

"Sou do Benfica, mas como o Torreense começou a evoluir mais durante a época, começámos a vir mais ao estádio e a apoiar mais na segunda metade. Vai ser muito difícil, mas há probabilidade do Torreense ganhar. Estamos confiantes, mas é 70/30 em termos de percentagem, creio que fica 3-1 e o Dany Jean marca o golo do Torreense" cetus Simão Silva.

Di dekatnya, seorang pendukung bernama Ricardo membalas dengan prediksi kemenangan 1-0 untuk Torreense dan menyatakan bahwa pesta karnaval besar akan digelar di Torres Vedras jika tim divisi dua tersebut berhasil membuat kejutan.

"Este é um momento único para o Torreense e vai ganhar 1-0. É uma coisa única e que está a arrepiar porque do outro lado estamos a sentir um dia espetacular. Venho sempre cá quando o Sporting joga, mas este ano é especial. Nem consigo dizer quem quero que ganhe" ungkap Ricardo yang mengenakan atribut kedua klub.

Rekan di sebelahnya yang sedang menikmati hidangan daging panggang dan bir turut menekankan pentingnya promosi kompetisi bagi masa depan kota dan klub.

"A Taça de Portugal é muito importante, mas a subida é mais importante para o clube e para a cidade. A cidade, os adeptos e o clube precisam disto. Estamos todos para o mesmo. Este é o ano do Torreense" tambah rekan Ricardo tersebut.

Torreense mengakhiri musim Liga Segunda di peringkat ketiga dan tengah menjalani babak playoff promosi setelah bermain imbang tanpa gol melawan Casa Pia pada leg pertama di Torres Vedras.

Seorang anggota klub Sporting CP selama 48 tahun sekaligus anggota Torreense selama 70 tahun, Paulo Duarte, menyatakan kebahagiaannya atas pencapaian ini dan berharap Torreense meraih kemenangan tipis.

"Sou sportinguista, mas hoje ganho sempre. Sou sócio do Sporting há 48 anos e do Torreense há 70, mas gostava que o Torreense ganhou 1-0. O Sporting tem muitas oportunidades e o Torreense só teve uma. Desportivamente, é um dos dias mais felizes da minha vida" sebut Paulo Duarte.

Sporting CP bertanding memperebutkan trofi ke-19 mereka, sementara Torreense mengincar gelar perdana dalam sejarah klub pada final ke-86 yang dipimpin oleh wasit António Nobre.

Artikel terkait

Rekomendasi