Pendukung Minnesota Timberwolves berkumpul di sebuah bar pusat kota Minneapolis untuk merayakan performa gemilang mantan pemain bintang mereka, Karl-Anthony Towns, yang kini memperkuat New York Knicks dalam laga Game 2 Final NBA.
Keberhasilan Towns membawa New York Knicks unggul 2-0 atas San Antonio Spurs menjadi sorotan utama, mengingat sang pemain menghabiskan sembilan musim di Minnesota sebelum ditukar pada tahun 2024 dengan Julius Randle, Donte DiVincenzo, dan hak pilih draf Joan Beringer.
Dalam dua pertandingan pertama babak final tersebut, pebasket dominan ini mencatatkan rata-rata 19,5 poin, 12,5 rebound, dan empat assist, sekaligus memberikan pertahanan solid terhadap bintang San Antonio Spurs, Victor Wembanyama.
"This is really happening," kata Maggie Schultz, seorang penggemar setia Minnesota Timberwolves secara lirih saat menyaksikan pertandingan melalui layar besar.
Schultz merefleksikan rasa terima kasihnya kepada Towns yang telah memberikan seluruh kemampuannya untuk Timberwolves, meskipun timnya kini harus melihat sang mantan bintang bersinar di final.
"This makes me so happy just to see Karl out there," ujar Maggie Schultz.
Hubungan emosional yang kuat antara para penggemar di Twin Cities dan Towns terbangun melalui berbagai pasang surut, termasuk saat sang pemain berduka atas meninggalnya pelatih Flip Saunders serta ibunya, Jacqueline, akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020.
"I’m very proud," ucap Briana Nichols, pendukung Timberwolves lainnya yang menyamakan perasaannya seperti seorang ibu yang bangga.
Nichols menegaskan bahwa ia akan selalu mendukung Towns untuk memberikan performa terbaiknya tanpa memedulikan seragam tim yang saat ini dikenakan oleh sang pemain.
"I feel like a proud mother, so no matter what team he’s on I just want to see him do his best," tutur Briana Nichols.
Selama sembilan tahun masa baktinya di Minnesota, Towns menjadi sosok yang konstan di tengah pergantian lima pelatih dan tujuh manajer umum, bahkan sering kali menjadi sasaran kritik utama atas kegagalan tim.
"I’m very excited to watch him," kata Schultz menambahkan mengenai pembuktian Towns di panggung tertinggi basket dunia.
Schultz merasa puas karena kini seluruh dunia dapat melihat kualitas asli dari pemain yang selama ini selalu mereka dukung di Target Center.
"I am happy the world is seeing he is the player we were always cheering for. He’s playing the best Karl basketball right now. He’s meant for this," ujar Maggie Schultz.
Kembalinya performa impresif Towns juga menarik kembali minat para penggemar lama Timberwolves yang sempat menjauh setelah era perdagangan Kevin Garnett pada tahun 2007 silam.
"It feels fulfilling and validating. Everyone here always believed in KAT, truly believed in him," kata Yury Suponitsky.
Meskipun Towns kerap mendapatkan kritik eksternal mengenai gaya bermain dan ketangguhannya dari figur seperti Jimmy Butler, Draymond Green, hingga Shaquille O'Neal, para pendukung lokal di Minneapolis tetap membelanya secara konsisten.
"I just don’t think they actually watch him play," ucap Schultz menanggapi kritik dari para pengamat luar tersebut.
Schultz menilai para kritikus tersebut kemungkinan besar tidak menyaksikan pertandingan Towns secara langsung dari hari ke hari dan hanya melihat performanya secara sekilas.
"Maybe they watched three games a year. Maybe he had an off night. They’re not watching him night in and night out," ujar Maggie Schultz.
Kritik-kritik mengenai cara berbicara atau persepsi kelembutan Towns kini mulai mereda seiring dengan rentetan 13 kemenangan beruntun yang diraih New York Knicks menjelang Game 3 pada hari Senin di New York.
"I just feel like all of the fake, zesty, change-his-voice things, I think that’s the stupidest thing," kata Schultz menutup pernyataannya.