Penerbit Buku Kompas Meluncurkan Dua Buku Sepak Bola Karya Adi Prinantyo

Penerbit Buku Kompas Meluncurkan Dua Buku Sepak Bola Karya Adi Prinantyo

Penerbit Buku Kompas meluncurkan dua buku karya Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo di Kompas Institute, Jakarta, pada Jumat (5/6). Peluncuran karya berjudul Ragam Warna Sepak Bola serta Sepak Bola Kita Semua ini menyoroti berbagai persoalan sistemik persepakbolaan Indonesia, dilansir dari Lifestyle.

Kedua buku tersebut mendokumentasikan hasil liputan sepak bola Adi Prinantyo selama periode dua dekade, tepatnya dari tahun 2005 hingga 2025. Catatan perjalanan ini memotret kondisi sepak bola nasional yang tidak hanya tertinggal dalam hal prestasi, tetapi juga terhambat oleh masalah manajemen.

Masalah mendasar sepak bola di tanah air dinilai berakar dari lemahnya pengelolaan kompetisi dan pembinaan usia dini. Adi Prinantyo menekankan pentingnya pembangunan sistem pembinaan yang berjenjang bagi setiap klub profesional.

"Negara lain itu sudah punya pemain sejak dari di bawah 10 tahun. Sistem itu harus dibangun dulu. Kalau klub nggak punya pembinaan berjenjang, maka dia sebetulnya tidak punya hak secara kualitas untuk menjadi kontestan liga," ujar Adi Prinantyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Ketegasan sanksi terhadap klub-klub yang tidak memenuhi syarat kompetisi juga menjadi poin krusial yang tidak boleh dikompromikan. Adi menambahkan bahwa pengelolaan kompetisi harus terbebas dari benturan kepentingan pengurus demi melahirkan talenta domestik yang tangguh.

"Harus bersih kepentingan dari federasi dan manajemen liga untuk mengulirkan liga. Kalau masih ada konflik-konflik tersebut, jangan harap liga kita bisa profesional dan melahirkan pemain-pemain domestik yang berkualitas," ungkap Adi Prinantyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Perkembangan sepak bola Jepang turut diangkat sebagai perbandingan bagi kondisi di Indonesia. Negara tirai bambu tersebut dulunya sempat mempelajari format kompetisi Galatama yang lebih awal eksis di Indonesia.

"Jepang kemudian mencari format kompetisi ideal, salah satunya ada yang bertanya ke Indonesia, kompetisi Galatama yang lebih dulu eksis," terang Adi Prinantyo, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Buku Ragam Warna Sepak Bola mengulas secara khusus mengenai dinamika sepak bola di dalam negeri. Sementara itu, buku Sepak Bola Kita Semua membahas kompetisi global mulai dari Piala Dunia, liga-liga di Eropa, hingga profil pesepak bola legendaris seperti Maradona, Messi, dan Jürgen Klopp.

Artikel terkait

Rekomendasi