Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengambil keputusan besar untuk meninggalkan posisinya pada akhir musim nanti. Dilansir dari Detik Sport, pria asal Spanyol tersebut mengaku telah kehabisan energi untuk terus memimpin skuad The Citizens.
Perpisahan antara Guardiola dan Manchester City resmi diumumkan pada Jumat (22/5/2026) malam WIB. Momen ini sekaligus menjadi akhir dari era penuh prestasi yang telah berjalan selama 10 tahun di klub tersebut.
Selama satu dekade menukari Manchester City, Guardiola sukses mempersembahkan 20 trofi bergengsi. Prestasi luar biasa tersebut mencakup enam gelar Premier League, dengan empat di antaranya diraih secara berturut-turut, satu trofi Liga Champions, serta keberhasilan merengkuh treble winner pada tahun 2023.
Kehilangan figur seperti Guardiola dipastikan bakal menjadi pukulan telak bagi Manchester City untuk menghadapi musim depan. Situasi yang dialami klub asal Manchester ini serupa dengan apa yang dirasakan oleh rival mereka, Liverpool, saat ditinggal oleh Juergen Klopp pada tahun 2024 lalu.
Pada saat itu, Klopp juga menyatakan hal yang sama mengenai kondisi mental dan fisiknya yang terkuras habis setelah sembilan tahun melatih The Reds. Selama periode tersebut, Klopp harus terus-menerus bersaing ketat dengan Guardiola yang didukung oleh dana melimpah dalam berbelanja pemain baru.
Kini situasi serupa berbalik menimpa Guardiola, sehingga dirinya memerlukan waktu istirahat sejenak dari dunia sepak bola demi memulihkan kembali seluruh energinya.
"Saya merasakan yang sama seperti ketika Juergen Klopp pergi. Saya kehabisan energi. Saya merasa tidak bisa lagi punya tenaga yang dibutuhkan untuk menghadapi laga setiap tiga hari, bertarung meraih trofi-trofi, berhadapan dengan pemain setiap harinya. Sudah 10 tahun seperti ini lo...," ujar Guardiola seperti dikutip Sky Sports.