Manajer Pep Guardiola memberikan penegasan penting terkait sosok yang akan mengisi kursinya di Manchester City. Seperti dilansir dari Lifestyle, ia meminta sang pengganti kelak untuk tetap menjadi diri sendiri ketimbang berusaha menduplikasi gaya kepemimpinannya.
Arsitek taktik asal Spanyol tersebut dipastikan bakal menyudahi masa baktinya bersama The Citizens pada penghujung musim ini. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri pengabdian panjang sang juru taktik yang telah berlangsung selama satu dekade.
Selama menukari Manchester City, mantan pelatih Barcelona ini telah menyumbang sederet prestasi prestisius. Koleksi trofinya meliputi enam gelar juara Liga Inggris, trofi Liga Champions, hingga titel Piala Dunia Antarklub.
Saat ini, nama nakhoda tim asal Italia, Enzo Maresca, mencuat sebagai kandidat paling kuat untuk meneruskan tongkat estafet. Pria yang pernah menukangi Chelsea serta Leicester City tersebut tercatat sempat mengemban tugas sebagai asisten Pep Guardiola di stadion Etihad.
Ketika disinggung mengenai apakah jajaran manajemen klub meminta masukannya dalam memburu suksesor, juru taktik kawakan ini menggarisbawahi bahwa metode replikasi tidak akan mendatangkan keberhasilan.
"Copy and paste tidak akan berhasil dalam pekerjaan seperti ini," ujar Guardiola kepada wartawan pada Jumat (23/5), menjelang laga terakhir Liga Inggris musim ini melawan Aston Villa.
Menurutnya, keaslian karakter menjadi poin krusial yang tidak bisa ditawar bagi setiap peracik strategi yang baru.
"Anda harus unik, alami, dan menjadi diri sendiri. Pelatih baru nanti akan menjadi dirinya sendiri," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Ia memandang bahwa tiap-tiap manajer sepak bola dibekali dengan karakteristik serta metodologi tersendiri yang tidak dapat disamaratakan.
"Saat mulai menjadi salinan orang lain... setiap orang adalah dirinya masing-masing. Memang harus seperti itu. Dan karena itulah semuanya akan berjalan dengan baik," katanya.
Di samping urusan suksesi kepemimpinan tim, kepergian sang manajer juga diiringi oleh isu eksternal. Manchester City saat ini masih dihadapkan pada 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran regulasi finansial dari pihak Liga Inggris.
Kendati polemik hukum tersebut masih bergulir, pria berusia 55 tahun ini menyatakan dedikasi dan komitmen keyakinannya terhadap integritas jajaran manajemen klub.
"Karena saya percaya kepada mereka," ujarnya.
Ia melayangkan pembelaan dan menegaskan kembali rasa percayanya kepada jajaran petinggi tim setelah melakukan komunikasi internal secara langsung.
"Saya percaya kepada mereka! Karena saya sudah berbicara dengan mereka dan saya percaya dengan cara mereka bersikap dan apa yang mereka lakukan. Jadi apa pun yang terjadi, nantinya akan ada keputusan akhirnya. Saya percaya kepada mereka," tutup Guardiola.