Manajer Manchester City Pep Guardiola bersiap memimpin pertandingan terakhirnya musim ini saat menghadapi Aston Villa pada laga pamungkas Premier League di Etihad Stadium, Minggu, 24 Mei.
Pertandingan penutup ini menjadi momen spesial bagi sang juru taktik asal Spanyol yang telah menukangi klub berjuluk The Citizens tersebut selama satu dekade, seperti dilansir dari Medcom.
Guardiola mengaku tidak menyangka bisa bertahan hingga sepuluh tahun di satu klub dan merasa bangga atas warisan serta hubungan baik yang terjalin selama ini.
"I tidak menyangka bisa berada di sini selama itu, 10 tahun adalah waktu yang lama untuk bekerja di satu tim. Kami mendorong satu sama lain, energinya selalu bagus, dan itu kenapa saya bertahan," kata Guardiola di laman resmi klub.
Hubungan kerja di dalam tim diakui tidak selalu mulus, namun perselisihan kecil yang terjadi dianggap sebagai hal yang wajar dalam dinamika sepak bola profesional.
"Mustahil untuk tidak mengalami konflik kecil, tapi itu cuma konflik kecil, dengan hari yang bagus dan buruk, semua orang memiliki tugas masing-masing, tapi saya tahu mereka tahu apa yang saya pikirkan tentang mereka," tegasnya.
Mantan pelatih Barcelona tersebut menambahkan bahwa pencapaian luar biasa dan jajaran trofi yang diraih tidak akan membuatnya bertahan lama tanpa adanya rasa menikmati setiap proses kerja.
"Semuanya tidak bisa diprediksi. Saya tidak menyangka bisa bertahan di sini selama 10 tahun atau bertemu dengan orang-orang yang saya temui di sini. Bahkan dengan banyaknya gelar, jika saya tidak menikmatinya, mustahil saya bertahan 10 tahun di sini," pungkasnya.
Sejak bergabung pada Juli 2016, pelatih berusia 55 tahun ini telah mempersembahkan satu trofi Liga Champions, enam titel Premier League, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub, tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, dan tiga Community Shield.