Pep Guardiola Ubah Wajah Sepak Bola Inggris Lewat Rekor Manchester City

Pep Guardiola Ubah Wajah Sepak Bola Inggris Lewat Rekor Manchester City

Manajer Pep Guardiola resmi meninggalkan Manchester City setelah sepuluh tahun mengubah peta kekuatan sepak bola Inggris lewat torehan rekor poin dan dominasi trofi domestik yang luar biasa.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Associated Press, juru taktik asal Spanyol tersebut menorehkan persentase gelar juara liga sebesar 60 persen dengan meraih enam trofi Liga Premier dalam sepuluh musim kepemimpinannya.

Catatan dominasi domestik Guardiola hanya berada di bawah mantan manajer Liverpool Bob Paisley yang membukukan rasio gelar sebesar 66,67 persen setelah memenangi liga sebanyak enam kali dalam sembilan tahun masa jabatan.

Sementara itu, Sir Alex Ferguson mengoleksi 13 gelar liga selama 26 musim penuh bersama Manchester United dengan rasio kemenangan juara sebesar 61,90 persen jika dihitung sejak gelar pertama klub pada tahun 1993.

Di panggung Eropa, pencapaian Manchester City bersama Guardiola dinilai kurang maksimal karena hanya meraih satu trofi Liga Champions pada tahun 2023, satu babak final pada 2021, dan satu semifinal pada 2022.

Raihan Eropa tersebut masih berada di bawah pencapaian Brian Clough yang menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut bersama Nottingham Forest, serta Bob Paisley yang merebut tiga trofi kontinental dalam kurun waktu lima tahun.

Secara keseluruhan, Guardiola telah mengumpulkan 17 trofi utama di Manchester City dan menempati peringkat kedua dalam daftar sejarah sepak bola Inggris, tepat di belakang Ferguson yang mengoleksi 28 trofi dalam masa jabatan 16 tahun lebih lama.

Di bawah asuhan Guardiola, Manchester City menembus standar baru dengan meraih 100 poin pada musim 2017-2018 dan 98 poin pada musim 2018-2019, yang merupakan dua dari tiga total poin tertinggi sepanjang sejarah kasta tertinggi Inggris.

Klub berjuluk The Citizens tersebut juga menjadi satu-satunya tim dalam 140 tahun sejarah sepak bola Inggris yang mampu memenangi empat gelar liga berturut-turut serta merengkuh treble domestik dalam satu musim.

Artikel terkait

Rekomendasi