Pep Guardiola Rotasi Skuad Manchester City Jelang Laga Perpisahan

Pep Guardiola Rotasi Skuad Manchester City Jelang Laga Perpisahan

Manajer Manchester City Pep Guardiola melakukan perombakan besar dengan menerapkan sembilan perubahan susunan pemain menjelang pertandingan terakhir Liga Primer Inggris melawan Aston Villa di Stadion Etihad pada Minggu, 24 Mei 2026.

Keputusan rotasi besar tersebut diambil setelah gelar juara dipastikan terkunci oleh Arsenal akibat hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth pada Selasa malam sebelumnya, sehingga laga pamungkas ini difokuskan sebagai momen perpisahan para pemain lama.

Striker utama Erling Haaland tidak dimasukkan ke dalam skuad pertandingan agar bisa beristirahat menjelang persiapan Piala Dunia bersama timnas Norwegia, meski dirinya hampir dipastikan menyabet Sepatu Emas dengan torehan 27 gol musim ini.

Guardiola mengonfirmasi bahwa pemilihan susunan pemain ini sengaja mengombinasikan pilar yang jarang tampil demi memberikan apresiasi khusus di hadapan para pendukung setia The Citizens.

"It’s a mix, a lot of players who didn’t play for a long time," jelas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

"We want a standing ovation for Bernardo [Silva] and John [Stones]. If it was the final game to win the Premier League, the selection wouldn’t be the same."

Laga ini menjadi penutup pengabdian satu dekade Guardiola di Manchester sejak musim panas 2016 yang menghasilkan 20 trofi besar, termasuk pencapaian Treble pada musim 2022/2023 serta Piala FA dan Piala Liga Inggris pada musim ini.

Selama 10 tahun menangani klub, juru taktik asal Catalan tersebut mencatatkan 592 pertandingan dengan meraih 416 kemenangan, 87 hasil imbang, dan mengalami 89 kekalahan.

Guardiola menyatakan dirinya meninggalkan klub dengan perasaan yang sangat tenang setelah mencurahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk publik Etihad.

"I know I have achieved incredible success during my tenure as manager and it’s nice to be there," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Pujian dari para mantan rival dan anak asuhnya diakui menjadi alasan utama yang membuat sang manajer merasa sangat beruntung sepanjang karier melatihnya.

"One of the biggest compliments I receive is the message from Sir Alex Ferguson a few days ago, the message from Kevin De Bruyne today, and the message from Manu Akanji," sambung Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini juga menegaskan bahwa perdebatan mengenai status pelatih terbaik sepanjang masa tidaklah penting bagi dirinya.

"It’s why it makes me feel happy and fortunate. The debate [about the greatest of all time] is not important. I was happy doing my job, in Barca, Bayern and here, and I’ve done my best, I gave everything until the last drop of what I had," pungkas Pep Guardiola, Manajer Manchester City.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses kesuksesan yang diraihnya melibat banyak pihak di dalam klub.

"I leave with an incredible peace in my soul. And people enjoyed what I’ve done here. But many people were involved in that."

Kepergian sang manajer memicu respons dari Erling Haaland yang telah mengemas 162 gol dari 198 penampilan serta memenangi delapan trofi sejak bergabung pada tahun 2022.

Melalui akun media sosial X pribadinya yang dikutip oleh media As, penyerang Norwegia tersebut mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap sosok sang pelatih di lapangan.

"Bakalan kangen 'kata-kata Pep' di atas lapangan," kata Erling Haaland, Penyerang Manchester City.

Di sisi lain, apresiasi tinggi juga datang dari manajer Aston Villa Unai Emery yang memberikan replika patung singa Villa Park kepada Guardiola sebelum sepak mula pertandingan dimulai.

Emery yang telah berhadapan sebanyak 19 kali sepanjang kariernya memuji karakter personal Guardiola yang dinilai sangat rendah hati kepada sesama rekan seprofesi.

"For me, he’s the best coach, but as well as a person, he’s fantastic. I respect him because I think he’s humble. He’s always so respectful with me, and I can watch as well with other coaches, and in football, and even in the life," ujar Unai Emery, Manajer Aston Villa.

Dalam laga penutup ini, hanya Bernardo Silva dan Antoine Semenyo yang dipertahankan dari susunan pemain tengah pekan lalu, sementara lini belakang diperkuat Ruben Dias, Nathan Ake, serta Rico Lewis, dengan Phil Foden yang diplot pada peran kreatif.

Artikel terkait

Rekomendasi