Manajer Manchester City Pep Guardiola dilaporkan telah menyepakati peran baru di bawah naungan perusahaan induk City Football Group setelah memutuskan menyudahi kontrak kepelatihannya 12 bulan lebih awal, seperti dilansir dari Bola pada Jumat pagi.
Pria berusia 55 tahun tersebut berkomitmen menjadi Duta Global untuk CFG yang bertindak sebagai penasihat teknis lintas klub dalam jaringan grup sepak bola tersebut. Otoritas taktiknya bakal mencakup pengembangan performa dan kolaborasi proyek spesifik bagi klub afiliasi seperti Girona, New York City, hingga Troyes.
Keputusan pengunduran diri ini memastikan pertandingan akhir pekan kontra Aston Villa di Stadion Etihad menjadi momen perpisahan emosional bagi Guardiola bersama para pendukung. Mantan arsitek Barcelona dan Bayern Munich ini juga diprediksi mengambil waktu rehat sejenak dari atmosfer kompetitif kepelatihan.
"Warisan Pep sangat luar biasa dan dampak sebenarnya akan dinilai lebih baik oleh sejarawan Manchester City di masa depan," ungkap CEO Man City, Ferran Soriano.
Jajaran petinggi klub memberikan bentuk apresiasi tertinggi dengan resmi mengabadikan namanya menjadi nama baru untuk tribun utara Stadion Etihad yang baru saja rampung diperluas. Manajemen juga memastikan sebuah monumen patung dirinya bakal dibangun di area luar stadion sebagai simbol kemitraan legendaris sejak Juli 2016.
Keputusan penamaan tribun yang mulai dibuka penuh pada laga kontra Aston Villa esok disampaikan langsung oleh Ketua Klub Khaldoon Al Mubarak melalui sambungan telepon kepada sang manajer pada Jumat pagi. Kemitraan panjang tersebut tercatat telah menghasilkan 20 trofi utama bagi kubu Manchester Biru.
Apresiasi mendalam atas dedikasi dan revolusi filosofi permainan yang dibawa oleh sang manajer selama satu dekade penuh di tanah Inggris turut diutarakan oleh sang pemilik klub, Sheikh Mansour. Di bawah kepemimpinannya, Guardiola sukses memenangkan enam gelar Premier League dan Liga Champions pertama City.
"Saya sudah mengatakan sejak lama bahwa Manchester City harus memiliki orang-orang terbaik yang siap membantu, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Sheikh Mansour.
Pemilik klub menilai sang manajer telah menjadi personifikasi dari ambisi tersebut selama sepuluh tahun masa baktinya. Warisan kepelatihannya dianggap telah meninggalkan jejak mendalam dalam identitas klub melalui cara meraih kemenangan.
"Selama sepuluh tahun, Pep telah menjadi personifikasi dari ambisi itu. Dia telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam DNA klub. Jejak yang lebih terlihat dari bagaimana dia meraih kemenangan daripada dari banyaknya trofi yang dia angkat," lanjut Sheikh Mansour.
Pihak klub menyatakan rasa terima kasih yang tidak terhingga atas pencapaian sang pelatih. Pihak manajemen menegaskan bahwa sang manajer akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Manchester City.
"Dia mendapatkan rasa terima kasih yang tak terhingga dari saya dan seluruh keluarga City, sebuah keluarga yang akan selalu menjadi bagian darinya," tambah Sheikh Mansour.
Kegagalan tim menambah pundi gelar liga domestik pada pertengahan pekan ini usai menelan hasil minor di markas Bournemouth, yang sekaligus menobatkan Arsenal sebagai kampiun baru, tidak melunturkan status besarnya sebagai pelatih tersukses di kubu Manchester Biru. Catatan enam trofi Premier League, satu gelar Liga Champions tahun 2023, tiga Piala FA, dan lima Piala Carabao menjadi bukti otentik kejeniusannya.
"Tribun Pep Guardiola, dan patung yang akan berada di luarnya, dengan tepat memastikan bahwa warisan Pep akan tetap selamanya terjalin dalam sejarah klub sepak bola ini, kota Manchester, dan sepak bola Inggris," ujar Al Mubarak.
Ketua klub menambahkan bahwa hubungan unik yang dimiliki sang manajer dengan para penggemar telah diraih melalui kejujuran dan semangat selama sepuluh musim berjuang. Peresmian fasilitas tribun baru ini diyakini menjadi momentum tepat bagi puluhan ribu suporter untuk melepas sang legenda.
"Hubungan unik yang ia miliki dengan para penggemar kami telah diraih melalui kejujuran dan semangat selama sepuluh musimnya berjuang untuk membawa kesuksesan bagi mereka," lanjut Al Mubarak.
Fasilitas baru tersebut diproyeksikan menjadi pengingat yang abadi bagi periode paling sukses dalam sejarah klub. Nama tribun tersebut sekaligus merayakan kejeniusan sepak bola unik yang melekat pada sang pelatih.
"Tribun Pep Guardiola adalah pengingat yang tepat dan abadi akan hubungan tersebut, periode paling sukses dalam sejarah klub kami, dan kejeniusan sepak bola unik yang menjadi intinya," lanjutnya.