Manajer Pep Guardiola dilaporkan bakal menyudahi masa baktinya di Manchester City selepas pertandingan pamungkas Liga Inggris melawan Aston Villa pada hari Minggu mendatang. Kabar kepergian pelatih asal Spanyol tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah media Inggris seperti Daily Mail, The Athletic, dan jurnalis David Ornstein.
Laporan dari media Inggris menyebutkan bahwa laga di Stadion Etihad tersebut akan menjadi momen terakhir Guardiola memimpin skuad Citizens. Keputusan ini bakal mengakhiri era sepuluh tahun yang penuh gelimang trofi sejak kedatangannya pada tahun 2016 silam.
Meskipun kontraknya baru akan habis pada Juni 2027, Guardiola memilih menyudahi kontraknya setahun lebih awal dari rencana semula. Daily Mail memberitakan bahwa kelelahan emosional dan intensitas kompetisi yang tinggi menjadi faktor utama di balik keputusan sang pelatih.
Hingga saat ini manajemen Manchester City belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor kepindahan pelatih berusia 55 tahun tersebut. Namun, pihak klub dilaporkan sudah menyiapkan acara perpisahan khusus termasuk rencana parade jalanan di kota Manchester atas dedikasi historis sang manajer.
Selama satu dekade menukangi Manchester City, Guardiola telah memimpin 591 pertandingan dan mempersembahkan 20 trofi bergengsi. Prestasi tersebut mencakup enam gelar Premier League, satu trofi Champions League pada 2023, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub, empat FA Cup, serta lima Piala Liga.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen Manchester City dilaporkan telah menjalin komunikasi intensif dengan Enzo Maresca sebagai calon kuat pengganti. Maresca bukan orang baru di Etihad mengingat dirinya pernah menjabat sebagai pelatih tim U-21 dan asisten Guardiola sebelum berpengalaman melatih tim utama di Premier League.
Langkah kepergian Guardiola ini bertepatan dengan performa Manchester City yang tidak lagi mendominasi total setelah sempat mengalami empat laga tanpa kemenangan di liga domestik serta tersingkir lebih awal di Champions League. Selain kendala teknis, City juga masih dibayangi investigasi atas 115 tuntutan pelanggaran finansial dari pihak Premier League yang kasusnya belum mencapai keputusan akhir.