Manajemen Manchester City dilaporkan tengah mempersiapkan perpisahan dengan manajer Pep Guardiola yang diperkirakan bakal meninggalkan klub setelah pertandingan pamungkas Liga Inggris melawan Aston Villa pada hari Minggu.
Kabar rencana kepergian pelatih berusia 55 tahun tersebut dilansir oleh BBC Sport dari beberapa sumber internal klub, meskipun kontrak sang juru taktik asal Spanyol itu sebenarnya masih tersisa satu tahun lagi hingga Juni 2027.
Sebagai langkah antisipasi, Manchester City kini mengalihkan perhatian untuk mencari pengganti dan membidik mantan manajer Chelsea, Enzo Maresca, yang juga pernah menjadi asisten Guardiola, sebagai kandidat terkuat suksesor di Stadion Etihad.
Selama sepuluh tahun kepemimpinannya sejak mendarat di Manchester pada Juli 2016, Guardiola telah menyumbangkan 20 trofi domestik dan internasional untuk Citizens, termasuk enam gelar juara Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions pada 2023.
Spekulasi mengenai masa depan sang manajer terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat dirinya menghadiri rangkaian konferensi pers menjelang pertandingan penting.
"No way," kata Guardiola saat merespons pertanyaan wartawan pada hari Jumat mengenai kemungkinan laga di Stadion Wembley menjadi kunjungan terakhirnya.
Juru taktik asal Spanyol tersebut kemudian menegaskan kembali status masa baktinya di klub kepada media.
"Yeah," ujar Guardiola saat diwawancarai BBC Sport sebelum final Piala FA ketika ditanya apakah dirinya masih bertahan musim depan.
Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu memperjelas situasi kontraknya yang masih berjalan.
"I am here, I have a contract," tambah Guardiola.
Pertanyaan serupa kembali muncul pada hari Senin dalam sesi konferensi pers menjelang laga tandang melawan Bournemouth.
"Next. So many times – I have one more year," kata Guardiola sembari menghela napas panjang.
Ia juga dimintai tanggapan mengenai rencana klub yang mempertimbangkan untuk mengabadikan namanya pada tribune North Stand yang baru diperluas.
"No, no, no, no, no, no, I have no idea [about] that," tutur Guardiola.
Dirinya menganggap langkah penghormatan tersebut tidak terlalu mendesak untuk dilakukan oleh pihak manajemen.
"They don't have to do anything, honestly," kata Guardiola.
Di sisi lain, rumor kepergian ini memicu berbagai reaksi dari pengamat sepak bola, salah satunya mantan kapten Manchester United, Gary Neville, saat memandu program di Sky Sports.
"I'm surprised that it's broken right now. Not just because it's during this match, but it's the night before a Man City game," kata Gary Neville.
Neville menilai kabar ini memiliki skala dampak yang sangat masif bagi konstelasi kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris.
"Something like that is gamechanger news," cetus Gary Neville.
Ia menyamakan kepergian sang manajer dengan momen-momen ikonik saat para pelatih legendaris Inggris memutuskan mundur dari jabatan mereka di masa lalu.
"I think of being in school and hearing the news of Kenny Dalglish leaving Liverpool, or Alex Ferguson leaving Manchester United and Jurgen Klopp leaving Liverpool recently," ujar Gary Neville.
Neville menambahkan bahwa kebocoran informasi ini bisa memicu kekecewaan di internal manajemen Citizens.
"They're such huge moments in football, and I don't see that it's news Man City would let get out or would want out there," kata Gary Neville.
Menurutnya, situasi ini momentumnya kurang tepat karena muncul menjelang pertandingan krusial dalam perebutan gelar juara.
"If it is true, Man City will be extremely disappointed that it has broken now, and so will Pep Guardiola," pungkas Gary Neville.
Kabar spekulasi ini muncul di tengah ketatnya persaingan perebutan trofi juara Liga Inggris, di mana City wajib menyapu bersih kemenangan melawan Bournemouth pada hari Selasa dan Aston Villa pada hari Minggu demi mengejar ketertinggalan poin dari Arsenal.
Selain itu, momen ini bertepatan dengan rencana manajemen klub yang telah menyusun agenda parade bus terbuka di kota Manchester pada Senin, 25 Mei 2026, untuk merayakan pencapaian tim pria dan tim wanita musim ini.