Manajer Pep Guardiola dipastikan menyudahi kebersamaannya dengan Manchester City pada akhir musim 2025-2026 setelah sepuluh tahun mengarsiteki klub tersebut. Informasi kepergian juru taktik asal Spanyol ini dikonfirmasi melalui situs resmi Manchester City pada Jumat (22/5/2026), dilansir dari Bola.
Pertandingan pekan ke-38 Liga Inggris melawan Aston Villa di Stadion Etihad pada Minggu (24/5/2026) bakal menjadi momen perpisahan Guardiola dengan para pendukung. Selama menukangi klub sejak 2016, mantan pelatih Barcelona itu mempersembahkan 20 trofi, termasuk gelar Piala FA musim 2025-2026.
Puncak prestasi Guardiola tercapai pada musim 2022-2023 saat membawa tim meraih tiga gelar sekaligus dalam semusim. Manchester City menyamai rekor Manchester United tahun 1999 sebagai tim Inggris yang mampu mengawinkan gelar Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.
"Jangan tanya alasan kepergian saya," ucap Pep Guardiola di situs resmi Manchester City, Jumat (22/5/2026).
Pria kelahiran Santpedor tersebut menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan keyakinan dari dalam dirinya sendiri.
"Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hati saya, saya tahu ini sudah saatnya," ucap pelatih asal Santpedor, Spanyol, tersebut.
Ia juga menambahkan pandangannya mengenai ikatan emosional dan kenangan mendalam yang telah terbangun bersama klub asal kota Manchester tersebut selama satu dekade.
"Tidak ada yang abadi, jika ada, saya pasti sudah di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City," ujar Pep Guardiola.
Guardiola memuji etos kerja keras masyarakat setempat yang tercermin dalam karakter klub.
“Ini adalah kota yang dibangun dari kerja keras. Dari jerih payah. Anda bisa melihatnya dari warna batu batanya. Dari orang-orang yang datang lebih awal dan pulang lebih larut."
Menurutnya, perjuangan dan kesuksesan yang diraih selama ini ditempuh melalui proses yang khas.
“Kami bekerja. Kami menderita. Kami berjuang. Dan kami melakukan semuanya dengan cara kami sendiri. Cara kami,” tutur eks pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut.
Posisi yang ditinggalkan Guardiola kini memunculkan nama Enzo Maresca sebagai kandidat terkuat pengganti di kursi kepelatihan Manchester City. Maresca memiliki rekam jejak sebagai asisten Guardiola pada 2022 serta pernah melatih tim U21 Manchester City pada periode 2020-2021.
Sebelumnya, Maresca sukses meloloskan Leicester ke Premier League pada musim 2023-2024. Pelatih tersebut kemudian mengantarkan Chelsea merengkuh trofi Conference League 2024-2025 dan menjuarai Piala Dunia Klub 2025.