Perayaan Juara Arsenal di London Diwarnai Insiden Penikaman dan Kebakaran

Perayaan Juara Arsenal di London Diwarnai Insiden Penikaman dan Kebakaran

Ratusan ribu pendukung memadati jalanan London Utara pada Minggu (31/5/2026) untuk merayakan keberhasilan Arsenal merengkuh gelar juara Liga Inggris, namun acara tersebut diwarnai insiden penikaman dan kebakaran kecil.

Kepadatan massa yang luar biasa memicu berbagai masalah keamanan serius di sepanjang rute parade sepanjang 5,6 mil, yang membentang di sekitar Stadion Emirates. Dilansir dari Suara, estimasi sementara menunjukkan jumlah suporter yang hadir mencapai antara 750 ribu hingga satu juta orang.

Situasi tersebut memaksa petugas keamanan dan penyelamat bekerja keras akibat banyaknya pendukung yang nekat memanjat fasilitas umum serta bangunan demi menyaksikan para pemain. Pihak berwenang melaporkan sedikitnya 75 orang harus dievakuasi dari titik-titik berbahaya, sementara stasiun Finsbury Park ditutup sementara demi mencegah penumpukan massa yang lebih parah.

Aparat kepolisian setempat bertindak tegas dengan mengamankan belasan orang selama perayaan berlangsung. Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi penangkapan 16 orang atas berbagai dugaan pelanggaran hukum, termasuk gangguan ketertiban umum, kepemilikan narkoba, penyerangan petugas, hingga pelecehan seksual.

Selain penangkapan, polisi juga memasang garis pembatas di area Hornsey Road setelah seorang pria menjadi korban penikaman dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketegangan meningkat saat suar yang dinyalakan oleh pendukung memicu kebakaran di bagian luar sebuah hotel di rute parade.

"Untungnya kebakaran hanya menyebabkan kerusakan ringan pada bagian luar bangunan," ujar Pat Goulbourne, Asisten Komisaris Pemadam Kebakaran London.

Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas, meskipun penggunaan piroteknik tersebut sempat memicu alarm kebakaran di beberapa lokasi lain.

"Saat para suporter pulang, kami mengimbau agar tidak menggunakan piroteknik, terutama di stasiun maupun dekat bangunan serta material yang mudah terbakar," kata Pat Goulbourne.

Pihak berwenang mencatat sebagian besar pendukung tetap merayakan momentum tersebut dengan tertib meskipun ada beberapa insiden serius. Pawai kemenangan ini digelar tepat satu hari setelah Arsenal menelan kekalahan dari PSG lewat adu penalti dalam laga final Liga Champions 2026 di Budapest.

Artikel terkait

Rekomendasi