Format baru Piala Dunia 2026 dengan total 48 peserta menciptakan peta persaingan grup yang jauh lebih kompleks dan sarat drama. Keharusan untuk tampil konsisten menjadi syarat mutlak bagi tim raksasa yang ingin mengamankan jalur babak gugur melalui status juara grup.
Dilansir dari Suara, Meksiko mendapat keuntungan strategis karena status mereka sebagai tuan rumah yang menempatkan El Tri di Pot 1 undian. Kehadiran pendukung fanatik di kandang sendiri diprediksi menjadi faktor kunci bagi Meksiko untuk mengungguli pesaing di Grup A seperti Korea Selatan dan Ceko.
Kondisi serupa dialami Amerika Serikat yang kini berada di bawah kendali taktis Mauricio Pochettino. Meski memikul ekspektasi besar publik domestik, langkah The Stars and Stripes untuk menguasai Grup D diperkirakan akan mendapat tantangan serius dari kekuatan kolektif tim nasional Turki.
Brasil tetap menjadi kekuatan utama di Grup C dalam misi mereka mengejar gelar juara dunia keenam. Namun, perjuangan Selecao tidak akan mudah karena harus berhadapan dengan Maroko yang saat ini menempati peringkat delapan dunia dalam daftar FIFA.
Di Grup I, Prancis terjebak dalam situasi sulit yang layak disebut sebagai grup neraka. Tim berjuluk Ayam Jantan tersebut dipaksa bekerja ekstra keras sejak laga pembuka karena harus bersaing dengan kekuatan Norwegia serta Senegal yang terus menunjukkan tren performa meningkat.
Argentina sebagai juara bertahan diprediksi akan melaju mulus tanpa hambatan berarti di fase awal. Skuad asuhan Lionel Scaloni dijagokan mampu menyapu bersih seluruh poin kemenangan saat menghadapi perlawanan dari Austria maupun Aljazair.
Persaingan sengit untuk memperebutkan status penguasa absolut juga terjadi di Grup K antara Portugal dan Kolombia. Kualitas individu pemain Portugal memang sedikit lebih diunggulkan, namun gaya permainan khas Amerika Selatan milik Kolombia berpotensi menyulitkan lawan.
Lawan Berat dan Tantangan Negara Debutan
Inggris yang kini dilatih oleh Thomas Tuchel harus langsung menghadapi rivalitas klasik melawan Kroasia di Grup L. Ketajaman lini serang The Three Lions akan diuji oleh mentalitas turnamen Kroasia yang dikenal sangat tangguh dalam situasi penuh tekanan.
Sementara itu, Jerman dituntut untuk memulihkan reputasi mereka di Grup E setelah sempat terpuruk dalam beberapa edisi terakhir. Ancaman fisik dari para pemain Ekuador menjadi variabel utama yang harus diwaspadai oleh Der Panzer guna memastikan tiket ke babak berikutnya.
Penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara memberikan ruang bagi debutan seperti Haiti, Curacao, dan Yordania untuk mencicipi atmosfer turnamen tertinggi. FIFA menerapkan format 12 grup yang secara keseluruhan akan menyajikan 72 pertandingan sepanjang babak penyisihan.
| Grup | Tim Unggulan Utama | Pesaing Terkuat |
|---|---|---|
| Grup A | Meksiko | Korea Selatan |
| Grup C | Brasil | Maroko |
| Grup D | Amerika Serikat | Turki |
| Grup E | Jerman | Ekuador |
| Grup I | Prancis | Norwegia |
| Grup J | Argentina | Austria |
| Grup L | Inggris | Kroasia |
Meskipun jumlah peserta bertambah, tantangan logistik di tiga negara tuan rumah serta kondisi fisik pemain tetap menjadi faktor penentu. Hanya tim dengan kedalaman skuad terbaik yang mampu bertahan dalam jadwal turnamen yang semakin padat dan kompetitif ini.